Trump Ancam Tenggelamkan Kapal-Kapal Iran yang Dekati Blokade AS
Trump mengancam akan menggeletakkan kapal-kapal Iran di dasar laut jika mencoba mendekati blokade tentara AS di wilayah maritim.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman ke Iran. Kali ini diarahkan kepada Angkatan Laut Iran yang mencoba dekati blokade AS.
Seperti dilaporkan Anadolu, kapal-kapal Iran yang mendekati blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan segera dieliminasi.
"Angkatan Laut Iran tergeletak di dasar laut, benar-benar hancur 158 kapal. Yang belum kami serang adalah sejumlah kecil kapal yang mereka sebut 'kapal serang cepat,' karena kami tidak menganggapnya sebagai ancaman besar," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social dikutip middleeastmonitor.com, Selasa (14/4).
Ancaman Trump akan menggunakan sistem pembunuhan seperti yang digunakan AS terhadap pengedar narkoba.
"Peringatan: Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut."
CENTCOM Mulai Blokade
Pada hari Minggu, Komando Pusat AS, yang dikenal sebagai United States Central Command (CENTCOM), mengumumkan bahwa mereka akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang berangkat dari dan menuju pelabuhan Iran.
"CENTCOM akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10.00 waktu Timur AS, sesuai dengan proklamasi presiden," demikian pernyataan CENTCOM melalui platform X. Dengan demikian, blokade tersebut akan dimulai hari ini pukul 21.00 Wib.
CENTCOM menegaskan bahwa blokade ini akan diterapkan secara netral terhadap semua kapal dari berbagai negara yang beroperasi di pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Blokade tersebut mencakup seluruh pelabuhan Iran yang terletak di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Klaim Tak akan Hambat Navigasi
"Pasukan CENTCOM tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran," tambah mereka.
Selain itu, pihak komando juga menyatakan bahwa mereka akan memberikan pemberitahuan kepada kapal-kapal komersial sebelum blokade dilaksanakan. Semua kapal yang berada di Teluk Oman dan Selat Hormuz diimbau untuk memantau siaran maritim serta menghubungi Angkatan Laut AS jika diperlukan.
Peringatannya muncul tepat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.