Dubes Rusia: Keterlibatan Inggris dalam Serangan AS ke Iran 'Langsung' dan Berbahaya
Duta Besar Rusia untuk Inggris menyatakan London terlibat langsung dalam serangan AS ke Iran dengan mengizinkan penggunaan pangkalan militernya. Pernyataan ini menyoroti Keterlibatan Inggris Serangan Iran yang memicu ketegangan geopolitik.
Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, baru-baru ini melontarkan tudingan serius terhadap London. Kelin menyatakan bahwa Inggris terlibat langsung dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini disampaikan Dubes Kelin kepada kantor berita RIA Novosti.
Keterlibatan ini disebut terjadi karena Inggris mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat beroperasi dari pangkalan di wilayahnya. Operasi tersebut, menurut Kelin, merupakan bagian dari serangan AS terhadap depot rudal Iran. Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada awal Maret, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mengonfirmasi persetujuan London atas permintaan AS. Persetujuan ini memungkinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke Iran. Hal ini menjadikan posisi Inggris sebagai pihak yang tidak netral dalam konflik tersebut.
Dubes Rusia Soroti Peran London
Andrey Kelin mengkritik klaim Inggris yang menyatakan hanya memberikan dukungan 'pertahanan' minimal kepada sekutu dan mendorong solusi diplomatik. Menurut Kelin, klaim tersebut menyesatkan publik. Ia mempertanyakan siapa yang coba dibodohi oleh pernyataan semacam itu.
Dubes Rusia menegaskan, mengizinkan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran dari pangkalan di Inggris sama dengan keterlibatan langsung. Hal ini berlaku meskipun Perdana Menteri Keir Starmer mencoba menjelaskan masalah tersebut secara berbeda. Kelin percaya bahwa kepemimpinan Iran telah mencatat tindakan ini dengan serius.
Selain itu, Kelin menuduh Inggris berupaya menghasut sebanyak mungkin negara untuk melawan Iran. Pernyataan ini mengindikasikan pandangan Moskow terhadap kebijakan luar negeri London di kawasan tersebut.
Kronologi Serangan dan Balasan
Pada tanggal 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap berbagai sasaran di Iran. Serangan ini termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan signifikan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Operasi tersebut diberi nama sandi Roaring Lion oleh Israel.
Sebagai respons, Iran segera membalas serangan tersebut dengan menargetkan wilayah Israel. Teheran juga menyerang fasilitas militer Amerika Serikat yang berlokasi di Timur Tengah. Tindakan balasan ini menunjukkan eskalasi konflik yang cepat dan berbahaya.
Peristiwa ini menandai babak baru dalam ketegangan antara Iran di satu sisi, dengan AS dan Israel di sisi lain. Serangan dan balasan ini semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Motivasi di Balik Serangan
Awalnya, Amerika Serikat dan Israel mengklaim serangan 'pencegahan' mereka diperlukan untuk mengatasi ancaman. Ancaman tersebut diduga berasal dari program nuklir Iran. Klaim ini menjadi justifikasi awal bagi operasi militer gabungan mereka.
Namun, kemudian kedua negara tersebut menegaskan bahwa mereka ingin melakukan perubahan kekuasaan di Iran. Pernyataan ini mengubah narasi awal dari pencegahan ancaman menjadi intervensi politik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tujuan sebenarnya di balik serangan tersebut.
Perubahan klaim ini menambah kompleksitas pada situasi geopolitik yang sudah tegang. Ini juga memperkuat persepsi adanya agenda yang lebih luas di balik tindakan militer tersebut.
Sumber: AntaraNews