Catat! Jadwal Hari Tasyrik 2026 Lengkap dengan Amalan yang Dianjurkan
Menjelang perayaan Aidilqurban, banyak orang bertanya-tanya mengenai kapan tepatnya hari tasyrik Idul Adha 2026.
Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, banyak umat Islam yang mulai mencari informasi mengenai kapan hari Tasyrik Idul Adha 2026. Pertanyaan ini menjadi penting agar mereka dapat menyusun agenda ibadah dengan baik.
Berbeda dari hari raya lainnya, Idul Adha memiliki keistimewaan berupa perpanjangan masa perayaan dan ibadah selama tiga hari berturut-turut setelah tanggal 10 Dzulhijjah, yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.
Pada hari-hari tersebut, umat Islam dilarang untuk berpuasa, dan sebaliknya, sangat dianjurkan untuk menikmati hidangan serta memperbanyak zikir.
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kemenag RI, serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan berbagai literatur kontemporer maupun klasik, berikut adalah ulasan lengkap mengenai jadwal Hari Tasyrik 2026.
Ulasan ini mencakup pengertian, amalan-amalan utama, hingga solusi fikih terkait pergeseran jadwal puasa sunnah. Simak informasi selengkapnya agar Anda tidak ketinggalan momentum ibadah yang sangat istimewa ini.
Berikut adalah jadwal Hari Tasyrik Idul Adha 2026: Hari Tasyrik Idul Adha 2026 akan jatuh pada tanggal 27, 28, dan 29 Juni 2026
Hari Tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Merujuk pada proyeksi kalender yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan juga berdasarkan KHGT, berikut adalah rincian jadwal Hari Tasyrik untuk tahun 2026 Masehi:
- 11 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Pertama): Kamis, 28 Mei 2026
- 12 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Kedua): Jumat, 29 Mei 2026
- 13 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Ketiga): Sabtu, 30 Mei 2026
Selama ketiga hari tersebut, segala bentuk ibadah puasa, baik puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Daud, maupun puasa wajib seperti qadha Ramadhan dan nazar, hukumnya adalah haram. Oleh karena itu, umat Muslim diharapkan untuk memperhatikan ketentuan ini dalam menjalankan ibadah mereka.
Hari Tasyrik adalah hari-hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Secara etimologi, istilah Tasyrik () berasal dari kata Asy-Syarq yang berarti terbitnya matahari atau arah timur. Dalam kitabnya yang berjudul Lathaif al-Ma'arif fima Liiyam al-Aam min al-Wadhaif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa Hari Tasyrik dinamakan demikian karena pada hari-hari tersebut, jemaah haji dan umat Islam menjemur daging kurban di bawah terik matahari (tasyriq al-lahm) untuk mengawetkan daging menjadi dendeng sebelum adanya teknologi pendingin. Secara syar'i, Hari Tasyrik merupakan hari raya bagi umat Islam yang bertepatan dengan Idul Adha.
Istilah ini sangat dikenal dalam berbagai dalil yang sahih. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203: "Dan berzikirlah kepada Allah dalam hari yang berbilang." Imam Al-Bukhari dalam Kitab Shahih Al-Bukhari juga mencatat penafsiran sahabat Ibnu Abbas RA yang menegaskan bahwa Ayyamam Ma'dudat (hari-hari yang berbilang) merujuk kepada tiga Hari Tasyrik. Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya hari ini dalam sebuah hadits yang menyatakan: "Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah." (HR. Muslim dalam Kitab Shahih Muslim).
Bernilai pahala besar
Meskipun puasa di Hari Tasyrik dilarang, umat Islam sangat dianjurkan untuk menghidupkan hari tersebut dengan berbagai ibadah yang bernilai pahala besar. Mengacu pada informasi dari NU Online dan Liputan6, terdapat tiga amalan utama yang dapat dilakukan pada hari ini.
1. Menyembelih dan Menikmati Hewan Kurban Hari Tasyrik adalah waktu yang sah untuk menyembelih hewan kurban hingga menjelang matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Imam Asy-Syafi'i dalam kitabnya yang terkenal, Kitab Al-Umm, menyatakan: "Semua hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih kurban. Jika matahari telah tenggelam di hari tasyrik terakhir, maka berakhirlah waktu penyembelihan." Hal ini juga didasarkan pada hadits Nabi SAW yang menyebutkan, "Semua hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan." (HR. Ahmad).
2. Memperbanyak Takbir dan Dzikir Takbir Muqayyad adalah takbir yang dilafalkan secara khusus setelah melaksanakan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa batasan takbir muqayyad bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji dimulai sejak waktu Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).
3. Memperbanyak Doa Hari Tasyrik merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, terutama doa yang mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat (Doa Sapu Jagat). Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi sangat menyukai doa ini untuk dibaca berulang-ulang di Hari Tasyrik, karena hal ini menghubungkan kenikmatan makanan fisik dengan ketenteraman rohani. Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada hari-hari 13, 14, dan 15 bulan hijriyah, termasuk pada tanggal 13 Dzulhijjah yang merupakan hari Tasyrik
Puasanya Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15. Namun, dalam bulan Dzulhijjah terdapat tantangan fikih karena tanggal 13 Dzulhijjah merupakan Hari Tasyrik, di mana puasa dilarang. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan mengenai bagaimana seharusnya umat Muslim melaksanakan puasa tersebut pada tahun 2026. Menurut para ulama dari madzhab Syafi'i, meskipun ada larangan puasa pada tanggal 13 Dzulhijjah, hal ini tidak menghapuskan kesunahan puasa tiga hari di tengah bulan. Solusi yang diberikan adalah dengan menggeser puasa tanggal 13 ke tanggal berikutnya, yaitu tanggal 16 Dzulhijjah.
Oleh karena itu, pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Dzulhijjah 1447 H / 2026 M akan mengalami perubahan jadwal. Jadwal baru untuk puasa tersebut adalah sebagai berikut:
- 14 Dzulhijjah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
- 15 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026
- 16 Dzulhijjah 1447 H (Sebagai Pengganti tanggal 13): Selasa, 2 Juni 2026.
Melaksanakan amalan di Hari Tasyrik memiliki berbagai hikmah yang penting
Larangan puasa dan anjuran untuk makan serta minum pada Hari Tasyrik dalam syariat Islam menyimpan makna yang sangat dalam, baik dari sisi spiritual maupun sosial. 1. Penyelarasan Hak Jasmani dan Ruhani Allah SWT memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk menikmati rezeki fisik, seperti daging kurban dan hidangan lezat, sambil tetap mengingat zikir. Hal ini mengajarkan kita bahwa menikmati nikmat dunia yang diperbolehkan, jika disertai rasa syukur, akan menjadi sebuah ibadah yang bernilai tinggi.
2. Solidaritas dan Kebahagiaan Sosial Hari Tasyrik memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat menikmati hidangan daging secara merata dalam suasana yang penuh kegembiraan. Dengan demikian, tidak ada ruang bagi kelaparan pada hari raya, dan semua orang dapat merasakan kebahagiaan yang sama.
3. Refleksi Ketakwaan Nabi Ibrahim AS Dengan melanjutkan penyembelihan hingga hari ke-13, umat Islam diberikan waktu untuk merenungkan nilai pengorbanan dan kepatuhan yang mutlak terhadap perintah Allah. Dengan memahami penanggalan dan aturan fikih yang berlaku, umat Islam dapat menyambut Hari Tasyrik Idul Adha 2026 dengan sukacita yang terarah, melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan kitab ulama, dan tetap menjaga kontinuitas puasa sunnah pertengahan bulan dengan cara yang sah.
Hari Tasyrik
Kapan hari tasyrik 2026? Berikut adalah jadwal hari Tasyrik untuk tahun 2026: Kamis, 28 Mei 2026, merupakan Hari Tasyrik pertama yang bertepatan dengan tanggal 11 Zulhijah 1447 H. Selanjutnya, Jumat, 29 Mei 2026, akan menjadi Hari Tasyrik kedua yang jatuh pada 12 Zulhijah 1447 H.
Berapa hari tasyrik Idul Adha? Hari Tasyrik Idul Adha berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah. Periode ini dimulai tepat setelah hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Senin 9 Juni apakah masih hari tasyrik? JAKARTA, KOMPAS.TV -- Setelah Hari Raya Iduladha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, umat Islam akan memasuki Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 11, 12, dan 13 Zulhijah, yang bertepatan dengan tanggal 7, 8, dan 9 Juni.
Lebaran Idul Adha 2026 jatuh pada hari apa? Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tanggal tersebut dilakukan oleh pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama, dan juga sejalan dengan keputusan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah.
Hari tasyrik 11 12 13 Dzulhijjah itu apa? Hari Tasyrik adalah hari raya bagi umat Islam yang jatuh setelah Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menurut kalender Islam. Pada hari-hari ini, umat Islam masih dalam suasana perayaan Iduladha.
Pada tanggal berapa yang dilarang berpuasa pada hari tasyrik? Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Zulhijjah. Pada tiga hari tersebut, umat Islam masih merayakan Iduladha dan oleh karena itu, berpuasa pada hari-hari ini diharamkan. Namun, terdapat pendapat yang menyatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram.