Inggris Bersikap! Tak Ikut Perangi Iran Tanpa Dasar Hukum yang Jelas
Inggris tergaskan tak ikut perang antara AS-Israel dengan Iran tanpa dasar hukum yang jelas. Tanpa ada perencanaan.
Inggris bersikap. Tegaskan tidak akan terlibat dalam perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Starmer blak-blakan mengakui negaranya tidak siap bergabung dalam peperangan tanpa dasar hukum yang jelas. Juga yang tidak terperinci. Ia berharap pernyataannya menjawab pertanyaan yang selama ini beredar mengapa Inggris belum melancarkan serangan ofensif terhadap Iran, lapor Anadolu.
"Yang tidak saya siap lakukan pada hari Sabtu adalah bagi Inggris untuk bergabung dalam perang kecuali saya yakin ada dasar hukum dan rencana yang layak dan matang. Itu tetap menjadi posisi saya," kata Starmer selama Sesi Tanya Jawab Perdana Menteri dikutip dari middleeastmonitor.com, Kamis (5/3).
"Oleh karena itu, kita perlu bertindak dengan jelas, dengan tujuan, dan dengan kepala dingin," kata Starmer.
Selanjutnya, Pemerintahan Inggris bakal menyewa penerbangan pertama untuk mengevakuasi warga negara Inggris dari Timur Tengah. "Diperkirakan akan berangkat dari Oman hari ini, dan dua penerbangan lagi akan datang dalam beberapa hari mendatang," katanya.
Nantinya, Inggris akan lebih banyak menyewa penerbangan yang disiapkan untuk beberapa hari ke depan dari Oman. "British Airways sekarang sedang menyiapkan penerbangan tambahan dari Oman."
Ia juga menegaskan bahwa pada hari Rabu, "Lebih dari seribu warga negara Inggris tiba kembali di Inggris dengan penerbangan komersial dari UEA. Delapan penerbangan lagi dijadwalkan berangkat dari UEA menuju Inggris hari ini."
Meski demikian, Starmer tak memungkiri kerja sama yang erat antara Inggris dan AS untuk memperkuat postur militernya di kawasan tersebut, termasuk penempatan awal sistem radar, pertahanan udara berbasis darat, sistem anti-drone, dan jet F-35.
Ia menambahkan bahwa helikopter yang dilengkapi dengan kemampuan anti-drone akan dikerahkan ke Administrasi Siprus Yunani minggu ini dan kapal perang HMS Dragon akan dikirim ke Mediterania.
Dituding Trump Rusak Hubungan Inggris-AS
Pada kesempatan yang sama, Starmer juga menanggapi tudingan Trump yang menyebut dirinya merusak hubungan antara Inggris-AS.
"Pesawat-pesawat Amerika beroperasi dari pangkalan-pangkalan Inggris. Itulah hubungan khusus yang sedang berjalan. Jet-jet Inggris menembak jatuh drone dan rudal untuk melindungi nyawa warga Amerika di Timur Tengah atas dasar kerja sama kita berbagi intelijen setiap hari adalah hubungan khusus yang sedang berjalan. Berpegang teguh pada kata-kata terbaru Presiden Trump bukanlah hubungan khusus yang sedang berjalan," katanya.
Trump juga mengatakan ia sangat sedih melihat bahwa hubungan Inggris-AS tidak seperti dulu setelah mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena terlalu lama mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan udara Inggris untuk menyerang Iran.
Konflik Dalam Negeri
Di dalam negeri sendiri, Starmer berselisih paham dengan Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch terkait Iran. Pengeluaran pertahanan, dan prioritas ekonomi pemerintah yang lebih luas.
"Kita berada dalam perang ini, suka atau tidak suka," kata Badenoch, seraya mendesak tindakan militer ofensif.
Starmer menjawab bahwa langkah-langkah sudah diambil untuk mengurangi ancaman, termasuk mengizinkan pesawat AS menggunakan pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan.
Setelah Pernyataan Musim Semi pada hari Selasa, Badenoch menantang perdana menteri tentang bagaimana ia bermaksud memenuhi janji untuk menghabiskan 3% dari PDB untuk pertahanan pada akhir masa parlemen.
Pengeluaran Pertahanan
Starmer menjawab bahwa pemerintahnya telah memberikan peningkatan terbesar dalam pengeluaran pertahanan sejak Perang Dingin.
Dengan kenaikan harga energi, Starmer mengatakan ia berencana untuk bertemu dengan perusahaan minyak dan gas. Badenoch mengkritik keputusan Partai Buruh untuk menghentikan pengeboran baru di Laut Utara.
Keluhan Anggota Parlemen
Badenoch juga menuduh Menteri Keuangan Rachel Reeves memprioritaskan kesejahteraan daripada pengeluaran pertahanan.
"Negara ini tidak akan terganggu oleh keluhan anggota parlemen Partai Buruh faktanya adalah perang di Iran sedang terjadi sekarang," katanya.
Ia mengutip Kantor Tanggung Jawab Anggaran (Office for Budget Responsibility), dan mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan pemerintah tidak akan mencapai pengeluaran pertahanan 3% selama lima tahun, serta menuduh perdana menteri kurang memiliki urgensi.