Trump Berkelit Saat Ditanya Wartawan, "Kami Tidak akan Mengusir Siapa Pun dari Gaza"
Saat tanya jawab dengan wartawan di Gedung Putih kemarin Trump mengatakan dia tidak akan mengusir warga Palestina dari Gaza.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 12 Maret menyatakan warga Palestina tidak akan “diusir” dari Gaza.
Trump tampaknya mencabut kembali ancaman yang dibuatnya pada awal tahun ini saat dia mengatakan akan mengusir warga Palestina di Jalur Gaza untuk membangun “Riviera Timur Tengah.”
“Kami tidak akan mengusir siapa pun dari Jalur Gaza,” kata Trump kepada wartawan, menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, seperti dikutip dari The Cradle (13/3).
Pernyataan ini sangat kontras dengan pernyataan sebelumnya. Pada 4 Februari, Trump bersama Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan, “AS akan mengambil alih Jalur Gaza. Saya melihatnya sebagai posisi kepemilikan jangka panjang” yang secara tidak langsung menekankan AS dan Israel “akan meratakannya dan mengusir 1.8 juta warga Palestina.”
Hal ini terjadi hanya berjarak sepekan setelah Brian Hughes, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS menyatakan Trump “berpegang teguh pada visinya untuk membangun kembali Gaza yang bebas dari Hamas,” menolak usulan Mesir untuk Gaza pascaperang yang baru-baru ini diajukan oleh negara-negara Arab pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kairo .
“Usulan saat ini tidak membahas kenyataan bahwa Gaza saat ini tidak bisa dihuni, dan penduduk tidak dapat hidup secara manusiawi di wilayah yang tertutup puing-puing dan jebakan senjata yang belum meledak,”ungkap Hudges.
Dalam sebulan terakhir, Trump berulang kali menggandakan ancamannya untuk “mengambil alih” Gaza. Dirinya mengklaim ia “berkomitmen untuk membeli dan memiliki” wilayah Palestina itu.
Namun, pada akhir Februari, ia mengaku tidak ingin memaksakan rencananya untuk pembangunan “Riviera” tapi ia memilih untuk “akan merekomendasikannya.” Pernyataan ini muncul setelah negosiasi langsung AS-Hamas yang membahas tentang gencatan senjata di Gaza. Perundingan ini dipimpin oleh Utusan AS untuk penyanderaan, Adam Boehler.
Boehler membuat pernyataan yang memicu kemarahan Israel, “lihatlah, tidak ada tanduk yang tumbuh di kepala mereka (Hamas). Sebenarnya (pemimpin Hamas) orang-orang seperti kita, mereka orang-orang yang cukup baik. Kami adalah Amerika Serikat, bukan agen Israel. Kami memiliki kepentingan khusus yang kami pertaruhkan,” ungkapnya pada CNN pekan lalu.
Ia juga membuat marah para pejabat Israel, dengan pembicaraannya pada Channel 12 News Israel. Boehler menjelaskan kepada penyiar tersebut bahwa telah ada “perkembangan positif dalam negosiasi” dengan Hamas.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich mengatakan “Boehler berusaha menegosiasikan pembebasan sandera warga Amerika di Gaza. Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia tidak dapat berbicara atas nama kami. Jika dia ingin bernegosiasi atas nama Amerika, semoga dia berhasil,”ungkapnya pada Radio Angkatan Darat Israel.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey