Menteri Ekstremis Israel Ini Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa Bersama 24 Pemukim Yahudi
Tindakan penyerbuan yang dinilai provokatif ini juga dikawal sejumlah polisi penjajah Israel.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (2/4). Dalam tindakan provokatifnya ini, Ben-Gvir yang dikenal sebagai menteri berpandangan ekstremis, ditemani 24 pemukim Yahudi dan dikawal polisi.
Dalam aksinya, Ben-Gvir bersama para pemukim Yahudi dan polisi berkeliling di halaman masjid, menurut seorang pejabat dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem kepada Anadolu.
Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam serangan Ben-Gvir tersebut, menyebutnya sebagai "provokasi yang disengaja" dan pelanggaran "status quo historis dan hukum yang ditetapkan Masjid Al-Aqsa", seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (3/4).
Kementerian tersebut juga menegaskan Israel "tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki dan tempat-tempat suci Islam dan Kristen di dalamnya."
Hamas juga mengecam serangan tersebut, menyebutnya sebagai "eskalasi berbahaya sebagai bagian dari perang genosida (Israel) terhadap rakyat Palestina." Hamas menyerukan kepada rakyat Palestina untuk meningkatkan konfrontasi dengan tentara Israel dalam mempertahankan tempat suci tersebut dan mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk "mengambil tindakan efektif" guna menghentikan pelanggaran sistematis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.
Penyerbuan tersebut merupakan yang keenam kalinya dilakukan Ben-Gvir ke dalam kompleks Al-Aqsa sejak ia bergabung dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada tahun 2022.