Menteri Keamanan Israel Ben-Gvir Serbu Masjid Al-Aqsa di Tengah Pembatasan Ramadhan

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali memicu ketegangan setelah Ben-Gvir serbu Masjid Al-Aqsa pada Jumat pertama Ramadhan, di tengah pembatasan ketat bagi jemaah Palestina.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Keamanan Israel Ben-Gvir Serbu Masjid Al-Aqsa di Tengah Pembatasan Ramadhan
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali memicu ketegangan setelah Ben-Gvir serbu Masjid Al-Aqsa pada Jumat pertama Ramadhan, di tengah pembatasan ketat bagi jemaah Palestina. (AntaraNews)

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dilaporkan memasuki area sekitar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat pertama bulan suci Ramadhan. Kunjungan ini terjadi di tengah peningkatan pembatasan yang diberlakukan terhadap warga Palestina yang ingin beribadah di kompleks suci tersebut.

Rekaman yang beredar menunjukkan pejabat sayap kanan garis keras itu memasuki kompleks melalui Gerbang Maroko. Ia didampingi oleh Komisaris Polisi Israel Daniel Levy dan Komandan Polisi Distrik Yerusalem Avshalom Peled, yang mengawal kunjungannya.

Aksi Ben-Gvir dan pernyataannya di hadapan aparat kepolisian Israel telah memicu kecaman luas, khususnya dari warga Palestina. Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden yang meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat pertama Ramadhan menjadi sorotan utama. Ben-Gvir, seorang politikus sayap kanan, memasuki kompleks suci tersebut melalui Gerbang Maroko, salah satu pintu utama menuju Masjid Al-Aqsa.

Gerbang Maroko terletak di sisi barat bagian selatan kompleks, dekat Tembok Al-Buraq, dan telah berada di bawah kendali Israel sejak tahun 1967. Akses ini kerap digunakan oleh aparat Israel serta pemukim untuk memasuki kawasan masjid, seringkali memicu protes dari warga Palestina.

Pernyataan yang disampaikan Ben-Gvir di hadapan aparat kepolisian Israel selama kunjungannya semakin memperkeruh suasana. Pemerintah Kegubernuran Yerusalem secara tegas menyatakan bahwa langkah dan pernyataan Ben-Gvir ini terjadi di tengah pengetatan keamanan yang signifikan.

Pemerintah Israel menerapkan langkah-langkah keamanan yang sangat ketat serta pembatasan terhadap jemaah di Yerusalem Timur yang diduduki selama Ramadhan. Pembatasan ini mencakup pemeriksaan ketat dan penolakan akses bagi banyak warga Palestina.

Meskipun pembatasan diperketat, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem melaporkan bahwa sekitar 80.000 jemaah tetap berhasil menunaikan shalat Jumat pertama Ramadhan di Masjid Al-Aqsa. Sejak pagi hari, pasukan Israel memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap warga Palestina dari Tepi Barat yang hendak menuju Yerusalem untuk beribadah.

Puluhan warga lanjut usia dilaporkan dipulangkan di pos pemeriksaan militer Qalandia dan Bethlehem dengan alasan tidak memiliki izin. Selain itu, personel militer Israel juga sempat menahan empat petugas medis dan menghambat kerja jurnalis serta tim kesehatan di pos pemeriksaan Qalandia, menurut sumber setempat. Pembatasan tambahan diterapkan di pintu-pintu masuk Kota Tua dan gerbang kompleks Al-Aqsa, di mana para pemuda menjalani pemeriksaan identitas dan banyak di antaranya ditolak masuk.

Kompleks Masjid Al-Aqsa telah lama menjadi titik sensitif dan pusat ketegangan antara Israel dan Palestina. Momen-momen penting seperti bulan suci Ramadhan seringkali menjadi periode di mana ketegangan ini meningkat secara signifikan.

Kunjungan tokoh-tokoh Israel yang kontroversial ke kompleks tersebut, ditambah dengan pembatasan akses bagi jemaah Muslim, secara historis telah memicu kemarahan dan protes. Kondisi demikian menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi eskalasi lebih lanjut di wilayah yang sudah bergejolak.

Situasi saat ini menggarisbawahi kerapuhan perdamaian di Yerusalem dan perlunya pengelolaan yang hati-hati terhadap situs-situs suci. Setiap tindakan yang dianggap provokatif dapat dengan cepat memicu reaksi berantai, memperburuk konflik yang sedang berlangsung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi