Menteri Garis Keras Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, OKI Cuma Bisa Mengecam
OKI menilai tindakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran yang terus terjadi.
Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, yang dilakukan di bawah pengawalan pasukan pendudukan Zionis Israel.
Dalam pernyataannya, OKI menilai tindakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran yang terus terjadi serta skema ilegal untuk mengubah status quo historis dan hukum Masjid Al-Aqsa.
OKI kembali menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas Kota Yerusalem yang diduduki maupun atas seluruh situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut.
OKI juga menekankan bahwa Masjid Al-Aqsa, yang memiliki luas sekitar 144 dunum atau setara 144 ribu meter persegi, merupakan tempat ibadah yang sepenuhnya diperuntukkan bagi umat Islam.
Lebih jauh, OKI mendesak komunitas internasional agar menjalankan tanggung jawabnya dan menekan Israel untuk menghentikan seluruh kejahatan serta pelanggaran yang terus dilakukan di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem. Demikian kantor berita Palestina WAFA dan OANA seperti dilansir Antara, Jumat (16/1/2026).
182 Pemukim Ilegal Israel Menerobos Masjid Al-Aqsa
Pada Desember 2025 lalu, sebanyak 182 pemukim ilegal Israel menerobos Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Hal tersebut diungkap otoritas Palestina pada Selasa (9/12) dilansir Anadolu Ajansi.
Kegubernuran Yerusalem menyatakan bahwa para pemukim memaksa masuk ke kawasan sensitif tersebut melalui penyerbuan yang dilakukan pada pagi dan sore hari. Aksi tersebut disertai ritual Talmud di dekat Kubah Batu di dalam kompleks masjid, dengan pengawalan ketat dari polisi Israel.
Selain itu, Kegubernuran juga mencatat sebanyak 778 wisatawan asing memasuki kompleks masjid melalui gerbang yang dioperasikan oleh otoritas Israel.
Berdasarkan data resmi, sebanyak 4.266 pemukim ilegal dan sekitar 15.000 wisatawan asing tercatat memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang November lalu.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Sementara umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Bukit Bait Suci, yang mereka yakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada masa kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, sejak Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah langkah yang hingga kini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.