Jakarta – Praktisi hubungan internasional menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam meredam ketegangan global. Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menyerukan agar Indonesia lebih aktif berdialog dengan Iran. Seruan ini muncul di tengah gejolak geopolitik yang dipicu oleh serangan di Timur Tengah.
Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Dinna menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat komunikasi dengan Iran. Langkah ini dianggap krusial menyusul eskalasi konflik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut telah memicu ketidakstabilan di kancah internasional.
Menurut Dinna, masyarakat internasional telah memahami pihak yang memulai konflik ini. Oleh karena itu, pendekatan Indonesia tidak hanya meredam dampak, tetapi juga menunjukkan solidaritas. Solidaritas ini ditujukan kepada pihak-pihak yang selama ini merasa tertindas di panggung global.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Solidaritas dan Peran Indonesia
Dinna Prapto Raharja menekankan bahwa Indonesia tidak seharusnya memihak pada pihak-pihak yang terus melakukan eskalasi konflik. Sebaliknya, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan kepentingan kelompok yang tidak dapat berbicara di tingkat global. Kelompok-kelompok ini, meskipun jumlahnya banyak, seringkali tidak memiliki platform yang memadai untuk menyampaikan pandangan mereka.
Menurut Dinna, identifikasi agresor dan invasi dalam konflik ini sudah jelas. Namun, suara pihak-pihak yang menjadi korban seringkali terabaikan. Oleh karena itu, Indonesia harus mengambil peran aktif dalam menggalang dukungan bagi Iran.
Penggalangan dukungan ini semakin relevan mengingat kedua negara, Indonesia dan Iran, adalah anggota dari berbagai forum internasional. Mereka tergabung dalam D8, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Gerakan Non-Blok, dan BRICS. Keanggotaan bersama ini menjadi landasan kuat untuk memperkuat hubungan diplomatik dan solidaritas.
Advertisement
Secara internasional, Iran telah diakui sebagai pihak yang diserang. Dengan demikian, Indonesia memiliki dasar moral dan kemanusiaan untuk berbicara atas nama mereka. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan global yang berpihak pada keadilan.
Advertisement
Dampak Gejolak Geopolitik pada Keamanan Energi Global
Serangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur. Insiden ini juga mengakibatkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil. Dinna Prapto Raharja menyoroti dampak strategis yang lebih luas terhadap keamanan energi global.
Gejolak ini memiliki konsekuensi serius bagi stabilitas pasokan energi dunia. Ketidakpastian di Timur Tengah secara langsung memengaruhi harga dan ketersediaan minyak. Kondisi ini berpotensi mengganggu perekonomian banyak negara.
Secara khusus, dampak ini sangat terasa di negara-negara Asia Tenggara. Mayoritas negara di kawasan ini merupakan importir minyak. Ketergantungan yang tinggi pada pasokan energi membuat mereka rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Advertisement
Dinna menegaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara adalah pembeli minyak. Kesiapan dan ketersediaan energi menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan ekonomi mereka. Oleh karena itu, stabilitas pasokan energi di Timur Tengah sangat vital bagi kawasan ini.
Sumber: AntaraNews