Iran Peringatkan Israel dan AS: Kembali Menyerang, Kami Siap Membalas dengan Lebih Keras dari Sebelumnya
Perang Iran-Israel berlangsung selama 12 hari, terjadi setelah Tel Aviv mengebom fasilitas nuklir Iran dan permukiman sipil di Teheran.
Iran mengeluarkan peringatan keras ke Israel dan Amerika Serikat (AS) setelah gencatan senjata disepakati pascaperang 12 hari. Teheran menyatakan siap membalas dengan lebih keras jika Israel dan AS kembali menyerang Iran.
Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menyampaikan, Iran tidak akan ragu untuk memberikan respons yang kuat terhadap setiap agresi Israel atau Amerika, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Jumat (27/6).
"Pasukan Iran berada pada tingkat kesiapan tertinggi," kata Pakpour pada Rabu (25/6).
"Iran sepenuhnya siap untuk membalas dengan keras setiap kesalahan yang dibuat oleh musuh, seperti yang dilakukannya selama 12 hari perang terakhir," tegasnya.
Kepemimpinan Iran, lanjutnya, tidak pernah menaruh kepercayaan pada "musuh yang brutal ini," menekankan bahwa kepercayaan tidak akan pernah menjadi pilihan dan mempertahankan kedaulatan nasional adalah tugas yang tidak dapat dinegosiasikan.
Pakpour, mantan Panglima Angkatan Darat IRGC, telah ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi IRGC yang baru, menyusul syahidnya Mayor Jenderal Hossein Salami pada hari pertama agresi Israel terhadap Iran pada 13 Juni lalu.
Serangan Israel menghantam lokasi nuklir dan militer Iran serta kawasan permukiman, membunuh sejumlah komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Beberapa jam kemudian, Teheran menembakkan serentetan rudal balasan ke Israel, yang menghancurkan Tel Aviv dan sejumlah fasilitas militer dan intelijen serta kilang minyak.
Pada Senin (23/6), AS menyerang fasilitas nuklir Iran dengan menggunakan bom-bom penghancur bunker besar-besaran. Iran membalas dengan mengebom pangkalan militer AS di Qatar.