Diminta Angkat Kaki, Pemilik Industri Terkait AS di Kawasan Harus Mengungsi Jelang Serangan IRGC
Pernyataan itu juga menyerukan kepada orang-orang yang tinggal di dekat pabrik-pabrik, di mana entitas AS memegang saham, untuk meninggalkan daerah sekitarnya.
Konflik Timur Tengah masih memanas. Teranyar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberi peringatan agar industri-industri yang terkait dengan AS di wilayah tersebut untuk mengungsi menjelang serangan.
Peringatan itu dikeluarkan Senin (16/3). IRGC mendesak para pekerja dan penduduk di sekitarnya untuk mengungsi menjelang kemungkinan serangan, dikutip Anadolu, Selasa (17/3).
Dalam sebuah pernyataan, yang disiarkan oleh kantor berita Fars, kantor humas IRGC memperingatkan apa yang mereka sebut sebagai "rezim Amerika yang kalah" untuk mengevakuasi semua industri yang terkait dengan Amerika di wilayah tersebut.
Pernyataan itu juga menyerukan kepada orang-orang yang tinggal di dekat pabrik-pabrik, di mana entitas AS memegang saham, untuk meninggalkan daerah sekitarnya guna menghindari bahaya.
"Industri-industri ini akan menjadi sasaran dalam beberapa jam mendatang," kata pernyataan itu.
Israel Memulai Serangan
Israel melancarkan serangan gabungan dengan AS terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran Membalas
Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut mereka menargetkan "aset militer AS."