Perang Makin Dahsyat, Iran Gunakan Rudal Terbaru Berhulu Ledak Berat buat Bombardir AS dan Israel

Rudal Kheibar versi terbaru kini dilengkapi dengan teknologi hulu ledak yang lebih canggih dan taktik serangan yang diperbarui.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Perang Makin Dahsyat, Iran Gunakan Rudal Terbaru Berhulu Ledak Berat buat Bombardir AS dan Israel
Sebuah ledakan terlihat ketika rudal Iran menghantam langsung sebuah gedung di Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/02/2026) malam. (AP /Tomer Neuberg)

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 dari Operasi True Promise 4 pada Minggu (8/3/2026). Operasi ini melibatkan penggunaan rudal generasi baru untuk menyerang berbagai target di Israel dan pangkalan militer yang berhubungan dengan Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebutkan bahwa serangan terbaru ini menggunakan rudal Kheibar (Khorramshahr-4) yang dilengkapi dengan hulu ledak berat. Rudal ini merupakan bagian dari sistem persenjataan rudal baru yang dimiliki Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan lokasi-lokasi seperti Bir al-Sabe' dan Tel Aviv. Selain itu, infrastruktur yang berhubungan dengan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania juga menjadi sasaran.

Pangkalan tersebut diidentifikasi sebagai basis utama bagi pesawat tempur AS yang beroperasi di kawasan. IRGC mengindikasikan bahwa skala dan intensitas serangan militer Iran terhadap musuh diperkirakan akan meningkat dalam beberapa jam dan hari mendatang.

Tindakan ini dianggap sebagai respons Teheran terhadap "kebrutalan" agresi yang dilakukan oleh AS dan Israel yang sedang berlangsung.

Qatar Kecam Serangan Rudal Iran, Tegaskan Hak Respons Kedaulatan
Qatar Kecam Serangan Rudal Iran terhadap wilayahnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman stabilitas kawasan, menegaskan hak untuk merespons sesuai hukum internasional. AntaraNews

Di sisi lain, pejabat militer Iran menegaskan kesiapan negara tersebut untuk melanjutkan perang.

"Iran akan melanjutkan perang sampai kami menundukkan musuh dan membuat mereka menyesal," ungkap Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, seperti yang dilansir Al Mayadeen.

Ia juga menyatakan bahwa persenjataan Iran kini lebih maju dibandingkan sebelumnya, dengan tingkat presisi dan fleksibilitas yang tinggi. Abdollahi merespons klaim dari pihak lawan yang menyatakan bahwa mereka mengetahui jumlah rudal Iran, dan menantang mereka untuk "terus menghitungnya di medan perang."

Menurut Abdollahi, AS dan Israel sering kali salah dalam memperkirakan kemampuan Iran. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons langsung di lapangan.

"Kami berharap musuh telah memahami bahwa kami bukan hanya sekadar berbicara dengan slogan, tetapi kami adalah pihak yang bertindak," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah memperbaiki kekurangan yang muncul setelah agresi pada bulan Juni lalu. Saat ini, seluruh angkatan bersenjata Iran berada di lapangan dengan moral yang tinggi dan motivasi yang kuat untuk membalas kematian para korban, termasuk komandan Iran yang tewas.

Abdollahi juga menyinggung tentang aksi dukungan publik di berbagai daerah di Iran terhadap angkatan bersenjata negara tersebut. Ia menyatakan bahwa dukungan ini akan tercatat dalam sejarah dan menjadi bukti bahwa kemenangan akan berpihak kepada Iran dan rakyatnya.

Ia menuduh pihak lawan telah menargetkan warga sipil Iran, termasuk masyarakat yang sedang berada di rumah dan para pelajar di sekolah. Abdollahi menegaskan bahwa Iran akan menargetkan pusat-pusat militer lawan, peralatan militer, serta segala hal yang dianggap perlu untuk membuat mereka menyesal.

FOTO: Rudal Iran Hantam Permukiman Bet Shemesh Israel, Sembilan Orang Tewas
Petugas layanan darurat Israel melakukan proses evakuasi pada lokasi serangan rudal Iran di dekat Bet Shemesh, Israel, Minggu (01/03/2026). AFP/ Ahmad Gharabli

Perang pecah setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan militer terkoordinasi ke Iran mulai 28 Februari. Serangan ini terjadi di tengah pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir, dengan operasi militer gabungan yang menargetkan berbagai lokasi militer, fasilitas rudal, serta tempat-tempat yang terkait dengan kepemimpinan Iran di sejumlah kota seperti Teheran, Isfahan, Qom, dan Karaj.

Akibat serangan ini, lebih dari 1.300 warga sipil dilaporkan tewas di seluruh Iran. Salah satu target serangan adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Menanggapi serangan tersebut, Iran segera meluncurkan serangkaian serangan balasan melalui Operasi True Promise 4. Dalam operasinya, Iran menembakkan ratusan drone dan rudal balistik ke wilayah yang dikuasai Israel serta target-target militer AS di berbagai kawasan Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, dan Uni Emirat Arab.

Serangan ini menunjukkan bahwa konflik telah meluas melampaui wilayah Iran. Sebelumnya, pada gelombang ke-27 Operasi True Promise 4, IRGC menyatakan bahwa Kilang Minyak Haifa menjadi sasaran serangan menggunakan sistem rudal Kheibar Shekan.

Serangan ini dianggap sebagai balasan terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap kilang minyak di Teheran. Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menjelaskan bahwa gelombang ke-27 tersebut dilakukan melalui operasi kompleks yang melibatkan penggunaan drone dan rudal.

Dalam operasi strategis yang bersifat multidimensi ini, sejumlah lokasi militer Israel di wilayah Haifa dilaporkan menjadi sasaran serangan presisi dengan menggunakan rudal Kheibar Shekan yang berbahan bakar padat, yang dioperasikan oleh Pasukan Dirgantara IRGC.

Rekomendasi