Arkeolog Temukan Makam Prajurit Zaman Besi dari Abad Ke-3 SM, Berisi Pedang dan Perisai
Arkeolog juga menemukan tumpukan kayu bakar bekas kremasi.
Arkeolog menemukan kuburan dua serdadu Vandal saat menggali di pemakaman kuno di Ostrowiec County, Polandia. Pemakaman ini terletak di daerah Glinka dan berasal dari sekitar abad ke-3 sampai ke-4 Masehi.
Berdasarkan benda yang ditemukan, pemakaman yang lebih luas terkait dengan kebudayaan Przeworsk, orang-orang yang hidup di Zaman Besi yang tinggal di wilayah yang kini bagian dari Polandia tengah dan selatan dari abad ke-3 sampai abad ke-5 Masehi.
Penggalian juga menemukan dua liang lahat, berisi sisa kerangka manusia yang dikremasi dan bekas tumpukan kayu pemakaman, seperti dikutip dari Heritage Daily, Selasa (10/9). Para arkeolog meyakini kuburan ini milik para serdadu yang terkait dengan Vandal, suku Jermanik yang mendiami wilayah yang sekarang menjadi Polandia selatan.
Setelah pecah beberapa konflik dengan Roma, orang-orang Vandal membangun sebuah kerajaan yang mencakup Sisilia, Corsica, Sardinia, Malta, dan Kepulauan Balearic.
Pada tahun 455, pasukan Vandal yang dipimpin Gaiseric, Raja Vandal dan Alan, menyerang dan menjarah Roma selama dua pekan, menyebabkan kehancuran yang meluas di kota tersebut dan pada akhirnya menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi.
Benda Pemakaman
Para arkeolog juga menemukan benda-benda pemakaman milik pejuang berpangkat tinggi, di antaranya pedang, perisai, mata tombak, dan pecahan bejana tanah liat yang terbakar.
Dua pedang yang ditemukan dalam kondisi melengkung, sebuah praktik yang umumnya dikaitkan dengan budaya Przeworsk dan diyakini memastikan bahwa orang yang meninggal dapat membawa senjata tersebut ke akhirat. Namun, para arkeolog juga berpendapat bahwa menghancurkan senjata-senjata tersebut dapat menghalangi para perampok makam karena menjadikannya tidak berguna.
"Jejak hangus terlihat pada semua benda logam. Hal ini menunjukkan bahwa jenazah orang yang meninggal, beserta semua senjatanya, dibakar di atas tumpukan kayu dalam ritual penguburan, sebelum ditempatkan di lubang kuburan," jelas Dr Marek Florek dari Kantor Perlindungan Monumen di Sandomierz.