Misteri Kekejaman Bangsa Mongol di Sebuah Benteng Abad ke-13, Tiga Kerangka Mati dalam Posisi Tragis
Arkeolog di Polandia menemukan tiga kerangka manusia di sebuah benteng dari abad ke-13.
Baru-baru ini arkeolog telah menemukan sisa-sisa tulang dari tiga individu di benteng bukit abad pertengahan di Polandia. Ilmuwan memperkirakan tiga kerangka individu ini berasal dari korban invasi Mongol ke Eropa pada abad ke-13.
Dilansir dari laman Newsweek, tulang-tulang tersebut ditemukan di situs arkeologi yang berada di desa Czermno, Lublin dekat kawasan benteng bukit Czerwien peninggalan bangsa Slavia terbesar selama abad pertengahan.
Dulunya, Czerwien merupakan benteng bukit utama yang berdekatan dengan pemukiman padat penduduk. Para peneliti memperkirakan benteng ini dijarah dan dihancurkan ketika pasukan Kekaisaran Mongol menyerbu Polandia pada 1240-1241 M.
Proyek penelitian gabungan yang dipimpin oleh Marcin Wołoszyn dari Universitas Rzeszów, Polandia berupaya mengungkap misteri benteng bukit abad pertengahan ini.
"Saya berharap pada saat ini tahun depan kita sudah mengetahui apakah benteng di Czermno dibangun pada tahun 800 M atau mendekati tahun 980 M," kata Wołoszyn kepada Science in Poland.
Kematian yang tragis
Ketika Wołoszyn dan timnya melakukan penggalian pada bulan Agustus dan September lalu. Mereka menemukan tiga kerangka yang posisinya menunjukan mereka mengalami kematian yang tragis.
"Setidaknya satu dari mereka berbaring tengkurap, jadi ini bukan penguburan atau kuburan yang disengaja,” ungkap Tomasz Dzieńkowski, seorang peneliti di Universitas Maria Curie-Skłodowska
“Kerangka-kerangka tersebut akan menjalani uji radiokarbon. Jika ketiga kerangka itu berasal dari pertengahan abad ke-13, maka kita dapat berasumsi bahwa mereka adalah korban invasi Mongol," imbuh Dzieńkowski, seperti dilansir dari laman Newsweek.
Selama penggalian di situs benteng bukit ini, para arkeolog juga menemukan serangkaian segel timbal dari jenis berbeda yang digunakan sebagai tanda kepemilikan yang diterapkan pada barang.
"Ini membuktikan bahwa benteng itu bukan hanya pangkalan militer, tetapi juga pusat perdagangan yang penting," kata Dzieńkowski.
Para peneliti berharap hasil uji laboratorium terhadap tiga kerangka yang ditemukan itu segera selesai dan dapat mengungkap misteri kematian kematian mereka.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti