Gali Makam di Situs Rahasia, Arkeolog Temukan Pedang Prajurit Berpangkat Tinggi dari Abad ke-6
Situs di mana makam kuno ini berada masih dirahasiakan lokasinya oleh para arkeolog.
Sekelompok arkeolog dari Universitas Lancashire baru-baru ini menemukan pemakaman milik prajurit Anglo-Saxon dari abad ke-6, di pedesaan Kent, Canterbury, Inggris.
Duncan Sayer, arkeolog utama dan profesor dari Universitas Lancashire telah menggali dua belas makam dari sekitar 200 makam yang belum digali. Makam-makam tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-5 dan ke-6 M.
Sayer dan timnya menemukan sebuah pedang di salah satu makam tersebut. Gagang pedang kuno itu terbuat dari perak dan emas, dengan pola dekoratif yang dibuat dengan sangat teliti, dan bilahnya bertuliskan aksara rahasia.
Anehnya, sarung pedang yang terbuat dari kulit dan kayu serta bulu berang-berang yang melapisinya masih utuh. Di gagangnya terpasang cincin yang mungkin melambangkan sumpah kepada raja atau orang berstatus tinggi lainnya, dan termasuk dalam jajaran pedang elit.
"Pedang itu sungguh luar biasa, di jajaran pedang teratas, benda elit dalam segala hal, yang sungguh menakjubkan. Pedang itu menyaingi pedang dari Dover dan Sutton Hoo," kata Sayer, dikutip dari The Guardian, Jumat (27/12).
Di makam yang sama, Sayer dan timnya juga menemukan sebuah liontin emas bertuliskan ular atau naga. Liontin tersebut biasanya dikenakan oleh wanita berstatus tinggi. Liontin tersebut dianggap sebagai kenang-kenangan berharga dari kerabat perempuan atau leluhur.
Semua makam laki-laki memiliki senjata seperti tombak dan perisai. Semua makam perempuan memiliki pisau, bros, dan gesper, serta benda-benda lainnya.
Situs Rahasia
Situs tempat ditemukannya makam-makam tersebut di sebuah situs yang masih dirahasiakan.
“Kami merahasiakan nama situs tersebut karena pemakaman ini sangat kaya. Akan menjadi tragedi jika tempat itu menjadi terkenal sebelum kami menggalinya,” jelas Sayer.
Lembaga konservator Dana Goodburn-Brown menggunakan mikroskop yang dapat memperbesar detail pada pedang lebih dari 10 kali lipat untuk mengungkap petunjuk tersembunyi tentang praktik pemakaman komunitas Kentish ini.
Mereka menemukan kepompong lalat di pedang, yang menunjukkan bahwa jenazah tidak langsung ditutup sebelum dikubur yang kemungkinan memberi waktu bagi kerabat atau orang-orang terkasih untuk mengucapkan perpisahan.
Pedang, liontin, dan temuan lainnya akan menjalani proses konservasi yang panjang, setelahnya benda-benda tersebut akan dipajang dan menjadi koleksi Museum Folkestone.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti