Gali Tanah 15 Tahun, Mahasiswa Temukan Tengkorak dari Zaman Perunggu sedang Berjongkok, Usianya 4000 Tahun
Mahasiswa arkeologi dari Universitas Bournemouth, Inggris, menemukan pemakaman Zaman Perunggu ketika sedang menggali lokasi pemukiman prasejarah.
Ini kali pertama tulang belulang dari Zaman Perunggu ditemukan di Winterborne Kingston, Inggris.
Gali Tanah 15 Tahun,
Mahasiswa Temukan Tengkorak dari Zaman Perunggu sedang Berjongkok, Usianya 4000 Tahun
Mahasiswa arkeologi dari Universitas Bournemouth, Inggris, menemukan pemakaman Zaman Perunggu ketika sedang menggali lokasi pemukiman prasejarah di Dorset.
Pihak Departemen Arkeologi dan Antropologi Universitas Bournemouth sudah melakukan penggalian pemukiman Zaman Besi selama 15 tahun.
Pemukiman yang dulu dihuni oleh suku Durotriges berasal dari masa 100 sebelum Masehi dan Zaman Perunggu sudah ada sejak 2.000 tahun sebelumnya.
Sumber: Bournemouth
"Tahun ini kami menemukan jasad pria dewasa dalam sebuah makam sempit bersama sejumlah guci yang tampak sangat berbeda dari periode akhir Neolitik dan Awal Zaman Perunggu, jadi usianya sekitar 4.000 tahun," kata Dr Miles Russel, pengajar senior Arkeologi dan Kepala Tugas Lapangan di Universitas Bournemouth, seperti dilansir laman Bournemouth.
"Jadi temuan ini memberi petunjuk tentang orang-orang yang tinggal di sini dalam masa tertentu. Bukan hanya periode sebelum bangsa Romawi tiba. Mereka bertani di wilayah ini, menanam tumbuhan, dan menguburkan kaumnya empat milenium silam," kata dia.Tengkorak itu ditemukan dalam posisi berjongkok, sesuai dengan praktik Zaman Perunggu. Di masa itu orang meninggal dimumifikasi dan diletakkan di atas tanah selama beberapa waktu sebelum akhirnya dikubur di lubang sempit.
Selama lima pekan terakhir, tim arkeolog yang terdiri dari 110 mahasiswa, staf dan sukarelawan dari Universitas Bournemouth juga menemukan makam lima jasad manusia dari Zaman Besi dan tulang belulang hewan, termasuk sapi, kuda, babi, kambing di sebuah tempat penyimpanan kuno di lokasi itu.
Dr Russel meyakini, temuan sisa bangkai hewan di sejumlah lubang itu adalah bagian dari persembahhan terhadap dewa dan dewi dari masyarakat kala itu sebagai permohonan kesuburan dan panen sukses tanaman.
Selain tulang-belulang, tim arkeolog juga menemukan sejumlah benda kebutuhan sehari-hari yang digunakan suku Durotriges 2000 tahun lalu, seperti pot keramik, perhiasan, alat seperti sisir tenun terbuat dari tanduk rusa.
Sumber: Bournemouth
Temuan itu memberi wawasan baru tentang bagaimana kehidupan nenek moyang manusia dan menulis ulang masa prasejarah Inggris.