Artefak peninggalan bangsa Viking kerap ditemukan di Norwegia, pedang ini salah satunya.
Advertisement
Pasangan suami istri dari Setesdal, Norwegia menemukan kuburan dan pedang Zaman Viking di kebun rumah mereka. Penemuan itu terjadi saat pasangan ini sedang bersiap memperluas bangunan rumah mereka.
Advertisement
"Saya enggak menggali banyak-banyak, hanya sedikit di lereng belakang rumah, agar ada sedikit ruang antara rumah dan tanah tersebut."
Oddbjørn Holum Heiland kepada Science in Norway.
Sumber: Arkeonews
Advertisement
Ketika dia mencabut rumput dan semak-semak, dia menemukan sebuah batu berbentuk persegi panjang. Dia mengabaikan benda itu, menyingkirkannya, dan tetap menggali. Ketika dia menggali ke lapisan berikutnya, sebuah benda besi tiba-tiba muncul.
"Saya memperhatikannya dan berpikir ini terlihat seperti barang rampasan mirip bilah pedang. Lalu ketika saya mengeluarkan isi dari keranjang galian, gagang pedang itu lepas."
Oddbjørn Holum Heiland.
Advertisement
Sumber: Arkeonews
Advertisement
Heiland menyadari batu yang dia temukan itu semacam batu nisan. Dia kemudian mencari tahu informasi di internet dan menemukan ada pedang era Viking yang hampir identik yang ditemukan di wilayah lain di negara itu beberapa waktu lalu.
Dia kemudian mengikuti saran yang diberikan para arkeolog kepada masyarakat umum ketika mereka menemukan sesuatu yang mungkin berharga dari perspektif arkeologi dan sejarah. Setelah mengambil benda itu, dia berhenti menggali dan meletakkannya di tempat yang aman. Dia kemudian melaporkan penemuan itu ke pemerintah kota setempat.
Hari berikutnya, arkeolog Joakim Wintervoll dari pemerintah kota Agder dan Jo-Simon Frshaug Stokke dari Museum Sejarah Budaya Oslo datang untuk melihat penemuan tersebut. Mereka sangat yakin dan mengonfirmasi bahwa seseorang dari bangsa Viking pernah dikubur di tempat tersebut.
Advertisement
Dua pedang yang ditemukan adalah pedang sepanjang 70 cm, dan lebar bilahnya 5 cm. "Pangkalnya yang menyatakan ini sebuah pedang dari Zaman Viking," kata Joakim Wintervoll. Pangkal pedang itu dirancang dengan indah. Gaya ukiran pangkal atau gagang pedang itu ditemukan di tempat-tempat di Setesdal sekitar akhir tahun 800-an dan awal 900-an. "Kami memiliki penanggalan untuk gaya gagang yang berbeda dari tahun nol, jadi kami memiliki gambaran yang cukup bagus tentang bagaimana gagang ini telah berubah dari awal Zaman Besi hingga Abad Pertengahan,” kata Wintervoll.