Kesaksian Vadel Badjideh Menguak Dugaan Asusila dan Aborsi di Sidang Tertutup
Vadel Badjideh menghadiri sidang lanjutan terkait kasus dugaan pencabulan dan aborsi yang melibatkan putri Nikita Mirzani.
Vadel Badjideh kembali menghadapi sidang lanjutan terkait kasus dugaan persetubuhan di bawah umur dan aborsi yang melibatkan Lolly, putri dari Nikita Mirzani. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (20/8/), Vadel memberikan kesaksian.
Kuasa hukum Vadel, Oya Abdul Malik, menyatakan bahwa proses pemeriksaan terhadap kliennya berjalan dengan baik. Namun, Oya tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai keterangan kliennya karena sidang tersebut dilaksanakan secara tertutup.
"Tadi pemeriksaan terdakwa, saudara Vadel. Diperiksa hari ini dan berjalan dengan baik. Sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sudah didengar juga kesaksiannya, keterangannya oleh pihak majelis dan JPU," ujar dia.
"Tapi enggak bisa disampein karena ini sidang tertutup. Tapi yang pasti, sudah dijelaskan dan diceritakan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang dilakukan, dan apa yang dialami," kata dia.
Oya juga meyakini bahwa fakta-fakta yang terungkap selama persidangan akan memberikan dampak positif dan meringankan posisi Vadel Badjideh. Keyakinan ini membuatnya percaya bahwa hasil akhir dari persidangan ini akan menguntungkan.
"Saya tetap optimistis dengan semua hal yang terjadi di persidangan. Saya selalu yakin semua akan memberikan feedback yang baik, semua menjadi lebih baik dan lebih terang. Itu saja," ujarnya.
Dengan pernyataan tersebut, Oya menunjukkan harapannya terhadap hasil persidangan yang akan datang, berkeyakinan bahwa semua yang terungkap akan membawa kejelasan dan kebenaran bagi kliennya.
Oya Merasa Prihatin
Di sisi lain, Oya merasa prihatin terhadap narasi yang berkembang di luar persidangan. Ia menilai bahwa narasi tersebut terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Oya juga menyoroti adanya pihak-pihak tertentu yang seolah-olah sudah mengetahui hasil sidang dan menyebarkan cerita yang merugikan Vadel Badjideh.
"Kurang lebih demikian (banyak yang dilebih-lebihkan). Tapi, ya, nanti kita lihat. Kalian silakan menunggu putusan karena akan terbuka buat umum nanti keputusannya," ungkap Oya.
Bukan Vadel yang Membeli obat
Oya dengan tegas membantah tuduhan yang menyatakan bahwa Vadel terlibat dalam pembelian obat yang diduga digunakan untuk aborsi. Ia menegaskan bahwa Vadel Badjideh tidak ada kaitannya dengan pembelian obat tersebut dan hal ini dapat dibuktikan. "Faktanya enggak ada yang seperti itu. Bukan Vadel yang membeli obat," ungkap Oya dengan jelas. Selain itu, Oya juga mengungkapkan bahwa mereka telah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Ia merasa perlu melaporkan hal ini karena khawatir akan menjadi fitnah yang dapat dipercaya oleh masyarakat luas.
Saya tidak ingin ada keributan selama ini
"Saya selama ini tidak mau ada ribut, tidak pernah mau menyudutkan atau menyalahkan siapa. Tapi kalau klien saya dibejek terus, ya saya juga harus membela apa yang tidak dilakukan. Saya tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh klien saya, tapi jangan juga ngarang cerita," paparnya. Setelah Vadel Badjideh memberikan kesaksiannya, proses sidang memasuki tahap tuntutan. Rencananya sidang tuntutan dijadwalkan 1 September 2025 dan digelar tertutup.
"Agenda selanjutnya tuntutan, akan sidang pada tanggal 1 September. Tuntutan tertutup. Nah, putusan nanti baru terbuka. Jadi, silakan melihat ending dari drama ini nanti, ya," pungkas Oya.
Dalam situasi ini, terlihat bahwa Vadel Badjideh berusaha untuk melindungi kliennya meskipun tidak setuju dengan tindakan yang diambil. Menurutnya, penting untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat mengenai kliennya.