Pengacara Vadel Badjideh Tanggapi Pernyataan Kubu Nikita Mirzani Soal Kesaksian Lolly di Sidang 'Keduanya Sudah Saling Minta Maaf

Vadel Badjideh memberikan tanggapan terhadap pernyataan Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani, mengenai kesaksian Laura Meizani yang dikenal sebagai Lolly.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Pengacara Vadel Badjideh Tanggapi Pernyataan Kubu Nikita Mirzani Soal Kesaksian Lolly di Sidang  'Keduanya Sudah Saling Minta Maaf
Vadel Badjideh (© 2025 Liputan6.com)

Pengacara Vadel Badjideh, Oya Abdul Malik, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani, mengenai kesaksian Laura Meizani alias Lolly dalam kasus dugaan persetubuhan di bawah umur serta aborsi yang menimpa kliennya.

Pada sidang yang berlangsung pada Rabu, 2 Juli 2025, Lolly memberikan keterangan kepada majelis hakim mengenai perlakuan yang diterimanya dari Vadel Badjideh.

Dalam kesempatan berbeda, Fahmi menyatakan bahwa keterangan yang disampaikan oleh Lolly jauh lebih mengerikan dibandingkan informasi yang telah beredar di media. Menanggapi hal tersebut, Oya mengungkapkan penyesalannya atas pernyataan yang dianggapnya dapat memperburuk situasi.

Meskipun demikian, ia merasa tidak bisa memberikan banyak komentar mengenai kesaksian yang telah disampaikan, karena sidang tersebut berlangsung secara tertutup.

"Sadis buat siapa? Tidak ada keterangan sadis. Keduanya sudah saling minta maaf. Ini sidang tertutup, jadi tidak bisa diungkapkan isinya," kata Oya Abdul Malik di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/7/2025).

Masalah yang Peka

Pengacara Vadel Badjideh Tanggapi Pernyataan Kubu Nikita Mirzani Soal Kesaksian Lolly di Sidang
Vadel Badjideh © 2025 Liputan6.com

Oya juga mengajak semua pihak untuk lebih bijaksana dalam merespons isu sensitif ini. Mengingat saat ini proses persidangan masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, penting bagi semua orang untuk tetap tenang.

"Saya mau menyampaikan bahwa yang disampaikan pihak sebelah tidak terjadi seperti itu. Tapi saya nggak berani bicara banyak karena sidangnya tertutup. Buat situasi tenang dan jaga hati," ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ada ketidakakuratan dalam informasi yang beredar, dan dia meminta semua orang untuk menjaga ketenangan selama proses hukum ini berlangsung.

Tidak Terjebak dalam Narasi

Oya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam narasi yang dapat memperburuk keadaan emosional kedua pihak yang terlibat. Ia sangat memahami perasaan Nikita, yang merupakan ibu dari Lolly.

"Pertanyaannya ketika Ibu Lolly keluar dari persidangan, betapa hancurnya beliau. Ayo kita buat lebih baik agar rasa sakit seorang ibu bisa sedikit mereda. Saya yakin hari itu berat buat beliau. Tapi saya juga bilang ke Vadel, jujur itu lebih baik, dan tugasmu sekarang hanya angkat tangan biar Tuhan turun tangan," urainya.

Oya menegaskan pentingnya untuk tidak terjebak dalam cerita yang dapat memperburuk suasana hati kedua belah pihak. Dia sangat mengerti apa yang dirasakan Nikita sebagai seorang ibu dari Lolly.

"Pertanyaannya ketika Ibu Lolly keluar dari persidangan, betapa hancurnya beliau. Ayo kita buat lebih baik agar rasa sakit seorang ibu bisa sedikit mereda. Saya yakin hari itu berat buat beliau. Tapi saya juga bilang ke Vadel, jujur itu lebih baik, dan tugasmu sekarang hanya angkat tangan biar Tuhan turun tangan," urainya. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang untuk berkontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih baik.

Mengajukan Permohonan Maaf

Oya menjelaskan bahwa keadaan Vadel telah mengalami perbaikan setelah ia bertemu secara langsung dengan Nikita dan Lolly, serta menyampaikan permohonan maaf. Rencananya, sidang untuk kasus ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Menurut Oya, "Beban dia sudah terurai satu per satu. Sekarang dia lebih ikhlas, lebih gemuk, ibadahnya juga bagus," ungkap Oya Abdul Malik.

Dengan perubahan positif yang dialami Vadel, diharapkan proses hukum selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keadilan yang seimbang bagi semua pihak yang terlibat.

Rekomendasi