Sidang kasus pencabulan anak di bawah umur serta aborsi yang melibatkan Vadel Badjideh memasuki fase baru di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 23 Juli 2025.
Terdapat informasi bahwa Vadel Badjideh diduga memberikan obat untuk aborsi kepada Lolly, yang merupakan anak dari Nikita Mirzani. Setelah sidang selesai, Vadel Badjideh menghadapi banyak pertanyaan dari wartawan mengenai tuduhan tersebut.
Awalnya, ia hanya tersenyum dan sesekali menunduk. Namun, setelah itu, selebriti dengan lebih dari 300 ribu pengikut di Instagram ini memberikan jawaban singkat.
"Sudahlah," ucap Vadel Badjideh saat meninggalkan ruang sidang dengan mengenakan kemeja putih dan rompi merah. Mantan kekasih Lolly tersebut dikawal ketat oleh aparat keamanan.
"Alhamdulillah, aman-aman saja kok. Insyaallah," tambahnya saat ditanya mengenai suasana di ruang sidang pada hari itu.
Ia kemudian kembali ke tempat tahanan. Vadel Badjideh mengaku telah belajar banyak selama masa tahanan akibat kasus pencabulan anak di bawah umur dan aborsi yang dilaporkan oleh Nikita Mirzani tahun lalu, termasuk bagaimana memaknai kehidupan di penjara.
Advertisement
Kehidupan di Penjara
"Oh, ya. Menurut saya, penjara itu bukan tempat tapi perspektif kita buat menutupi kita jadi lebih baik lagi. Dalam pikiran," ungkap Vadel Badjideh.
Kabar mengenai dugaan Vadel Badjideh yang membeli obat aborsi telah mengejutkan masyarakat. Kuasa hukum Vadel, Oya Abdul Malik, menyayangkan penyebaran informasi tersebut dan menegaskan bahwa pihak yang memberikan informasi itu tidak hadir dalam sidang kasus Lolly. Hal ini perlu dicatat mengingat sidang berlangsung secara tertutup.
Advertisement
Merasa Tidak Puas
Merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan oleh Vadel Badjideh dan Oya Abdul Malik, para jurnalis pun melakukan konfirmasi kembali terkait kabar mengenai pembelian obat aborsi. Vadel Badjideh tetap teguh pada keputusannya untuk tidak memberikan jawaban.
"Sudahlah, sudah. Sekarang apapun yang mereka omongin ya sudah. Kita ikuti saja," kata Vadel Badjideh sebelum cepat-cepat meninggalkan para awak media. Ia terlihat pasrah dan menerima proses hukum yang sedang berlangsung.
Advertisement
Rute yang Keliru
Diberitakan sebelumnya, Vadel Badjideh mengambil pelajaran dari kasus pencabulan anak di bawah umur dan aborsi yang menimpanya. Ia menyatakan bahwa terkadang untuk mencapai tujuan yang benar, seseorang harus melalui jalan yang salah.
"Sedikit lega karena baik, berjalan baik (sidangnya). Cuma ingin menyampaikan saja, terkadang ke tempat yang benar itu melalui jalan yang salah. Itu saja, kalau dari Vadel seperti itu," ungkap Vadel Badjideh dua minggu lalu.