Ayah, ibu, dan kakak-kakak Vadel Badjideh mengunjungi Rutan Kelas 1 Cipinang di Jakarta Timur untuk memberikan dukungan kepada Vadel. Bintang Badjideh, kakak Vadel, menyatakan bahwa kehadiran lengkap keluarga saat menjenguk merupakan bentuk dukungan mereka agar Vadel tidak merasa ditinggalkan dalam keadaan sulit.
Di balik ketegaran yang ditunjukkan oleh kakak-kakaknya, sosok ibu merasakan kesedihan yang mendalam karena melihat putranya harus menjalani hukuman di penjara. Martin, salah satu kakak Vadel, menceritakan bagaimana ibunya berusaha tetap tenang meskipun sering kali menangis saat berdoa bersama di rumah.
"Dari awal masuk di Rutan Cipinang kita selalu full team. Jadi selalu support Vadel kayak janji kita sebelumnya, nggak bakal ninggalin Vadel," ungkap Bintang Badjideh saat berada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, pada hari Kamis (5/2).
Martin menambahkan, "Mama lebih tenang karena selalu dikasih support sama kakak-kakak, sama saya, Bintang. Selalu apa... ya semua udah diserahin sama Allah. Jadi yang terbaik buat Vadel. Coba ikhlas dan menjalani semua prosesnya." Dengan penuh harapan, mereka berusaha memberikan semangat kepada Vadel agar tetap kuat menghadapi semua cobaan yang ada.
Advertisement
Bintang berbagi pengalaman emosional saat ia dan ayahnya berusaha menenangkan ibu mereka yang terdengar menangis dengan penuh kesedihan, mendoakan adiknya. Ia menggambarkan betapa dalamnya rasa rindu seorang ibu yang ingin anaknya kembali berkumpul bersama keluarga.
"Mama ya yang kenceng banget doanya. Kalau kita lagi di rumah, kalau kita lagi berjamaah, suka dengar-dengar Mama nangis kadang suka ngenes di hati gitu. Kadang kita, Kak Martin sama saya, nenangin Mama," ungkap Bintang.
Dalam situasi yang sulit tersebut, Bintang merasakan betapa kuatnya ikatan emosional antara seorang ibu dan anak. Ia menunjukkan bahwa rasa kehilangan dapat memicu kesedihan yang mendalam, terutama ketika seorang ibu berdoa untuk anaknya yang tidak ada.
Melalui pengalamannya, Bintang menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit.
"Mama ya yang kenceng banget doanya. Kalau kita lagi di rumah, kalau kita lagi berjamaah, suka dengar-dengar Mama nangis kadang suka ngenes di hati gitu. Kadang kita, Kak Martin sama saya, nenangin Mama," ungkap Bintang.
Advertisement
Keluarga sempat membawa keponakan Vadel untuk menjenguknya. Namun, saat itu, Vadel tampak sangat terpukul dan sedih melihat anak-anak kecil harus menemuinya di rutan.
"Sudah dipertemukan. Cuma saya juga nggak mau sering ya, karena dia (Vadel) paling nge-drop kalau keponakan yang datang, gitu. Dia paling nggak kuat Fadel. Jadi ya mungkin, berasa ya karena kan dekat banget kan sama anak-anak saya," jelas Martin.
Reaksi Vadel saat dijenguk oleh keponakannya menunjukkan betapa emosionalnya situasi tersebut. Kehadiran anak-anak yang seharusnya menjadi sumber kebahagiaan justru membuatnya merasa tertekan. Martin menambahkan bahwa pertemuan tersebut tidak bisa dilakukan terlalu sering, karena Vadel sangat berpengaruh terhadap kehadiran keponakannya.
"Dia paling nggak kuat Fadel," ungkap Martin, yang merasakan betapa beratnya kondisi yang dihadapi Vadel saat ini. Keterikatan emosional antara Vadel dan anak-anak tersebut semakin memperburuk perasaannya ketika mereka datang menjenguk.
Advertisement
Martin memperhatikan perubahan pada ekspresi wajah adiknya yang terlihat suram dan menyimpan kesedihan yang mendalam. Ia percaya bahwa momen itu telah memberikan dampak emosional yang besar bagi Vadel, yang dikenal sangat akrab dengan anak-anak di keluarganya.
Menurut Martin, "Habis itu pada saat minggu depannya kita ketemu kayak rada nge-down gitu dia. Ngelihat keponakan, tahu, pasti nyentak di batinnya dia." Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan Vadel dengan anak-anak, sehingga kehadiran mereka dapat memicu perasaan yang mendalam dalam dirinya.