Transaksi Valas di Indonesia Dapat Tambahan USD 1 Miliar per Hari, Ternyata Hasil Ekspor
Angka ini berasal dari eksportir besar yang secara konsisten menjual devisa mereka sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru.
Bank Indonesia (BI) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam aktivitas penukaran Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) ke dalam Rupiah.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan bahwa sejak kebijakan konversi diberlakukan, transaksi di pasar valuta asing mengalami peningkatan drastis.
"Yang kami amati. Di pasar itu memang sejak PP untuk ada transmisi. Sejak PP konversi itu diperbolehkan. Itu kita melihat on daily basis ya. Transaksi pasar valas itu nambah kira-kira USD 1 miliar nambahnya," kata Erwin dalam Taklimat Media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/7).
Dia menyebut, angka ini berasal dari eksportir besar yang secara konsisten menjual devisa mereka sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru.
"Memang banyak eksportir yang memang karena kebutuhan dan itu masuk dalam hal-hal yang diperbolehkan oleh PP yang membolehkan untuk konversi yang mereka melakukan penjualan. Dan dengan supply dari DHE ini, ini memang membantu upaya kita untuk menjaga stabilitas," jelasnya.
Kebijakan konversi yang memberikan fleksibilitas pada eksportir untuk menukar DHE sesuai kebutuhan usaha, diyakini menjadi kunci peningkatan suplai dolar di pasar. Hal ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas nilai tukar dan ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan.
"Nambah USD 1 miliar kan lumayan. Dan memang kami amati itu beberapa eksportir besar melakukan penjualan," ujarnya.
Penguatan Rupiah Jadi Bukti Nyata Dampak Konversi DHE
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, menambahkan bahwa peningkatan konversi DHE ke Rupiah berperan langsung dalam memperkuat nilai tukar.
"Jadi, duit yang diterima itu ditukarkan ke dalam rupiah. Kalau duitnya ditukarkan berarti ada tambahan suplai dollar. Kalau suplai dollarnya bertambah berarti nanti permintaan terhadap rupiahnya naik. Makanya itu yang mendorong mengapa kurs kita juga menguat," ujar Firman.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendorong penguatan kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan konversi yang berlaku sejak 1 Maret 2024 dinilai efektif dalam menciptakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran valas di pasar domestik.