Siap-Siap! Program Magang Nasional Batch Kedua Meluncur 25 November, Ada 80.000 Lowongan Kerja
Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme dunia usaha dan lembaga pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda Indonesia.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan peluncuran program Magang Nasional Batch Kedua akan dilakukan pada 25 November 2025.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan telah rampung, termasuk proses pendaftaran lowongan oleh perusahaan, kementerian, dan lembaga.
"Alhamdulillah, kemarin selesai tahapan perusahaan untuk mendaftarkan lowongan magang, kuota magang, termasuk dari kementerian dan lembaga. Batch kedua, Alhamdulillah target kita 80.000 lowongan itu tersedia,” kata Yassierli saat ditemui di kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (12/11).
Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme dunia usaha dan lembaga pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target ini menjadi sinyal positif atas kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pembelajaran kerja yang terarah dan terukur.
"Akhir minggu depan kami akan tetapkan siapa saja yang lolos, yang diterima. Dan magang batch kedua itu insyaAllah siap kita launch tanggal 25 November 2025," ujarnya.
Tahapan berikutnya, kata Yassierli, akan difokuskan pada proses seleksi peserta oleh masing-masing perusahaan dan instansi yang membuka lowongan magang.
"Beberapa hari yang lalu sampai hari Jumat adalah fase para calon peserta magang memilih lowongan magang mana yang diminati untuk minggu depan akan diseleksi," ujarnya.
Proses Seleksi Dimulai, Peserta Diminta Pilih Bidang Sesuai Minat
Setelah tahap pendaftaran lowongan rampung, kini giliran calon peserta magang yang dapat memilih bidang sesuai minat dan keahliannya. Proses ini berlangsung hingga akhir pekan sebelum kemudian dilanjutkan dengan tahap seleksi.
"Jadi, sekali lagi saya sampaikan bahwa Alhamdulillah target lowongan 80.000 itu tercapai. Dan tahapan selanjutnya adalah silakan para teman-teman, adik-adik, calon peserta magang yang eligible untuk memilih mau magangnya di mana," jelasnya.
Kemnaker juga menegaskan bahwa sistem magang ini tidak sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata pembelajaran dunia kerja yang akan mempertemukan peserta dengan mentor berpengalaman di bidangnya.
Evaluasi dan Kanal Pelaporan Diperkuat
Untuk memastikan pelaksanaan magang berjalan lebih baik dari batch sebelumnya, Kemnaker memperkuat mekanisme evaluasi dan pengawasan melalui platform digital bernama Monev Pemagangan. Platform ini menjadi wadah komunikasi langsung antara peserta, mentor, dan penyelenggara magang.
"Untuk magang kita juga sudah membuka langsung kanan informasi. Jadi, untuk magang kita punya forum langsung dengan peserta magang dan para mentor. Untuk kita langsung bisa mengetahui kalau ada pengaduan, ada komplain dari para peserta magang. Dan ada platform khusus namanya Monev pemagangan," ujarnya.
Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan kanal pelaporan tambahan bernama 'Lapor Menaker' yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aduan, termasuk yang terkait dengan program magang.