Tahukah Anda? Menaker Tegaskan Pentingnya Pemerataan Magang Nasional 2025, Targetkan 20 Ribu Fresh Graduate!

Menaker Yassierli menekankan pemerataan dalam Magang Nasional 2025, baik geografis maupun sektor industri, dengan kuota 20 ribu fresh graduate dan beragam fasilitas menarik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Menaker Tegaskan Pentingnya Pemerataan Magang Nasional 2025, Targetkan 20 Ribu Fresh Graduate!
Menaker Yassierli menekankan pemerataan dalam Magang Nasional 2025, baik geografis maupun sektor industri, dengan kuota 20 ribu fresh graduate dan beragam fasilitas menarik. (AntaraNews)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli baru-baru ini menegaskan pentingnya aspek pemerataan dalam pelaksanaan program Magang Nasional 2025. Penegasan ini disampaikan di Jakarta pada hari Sabtu, 11 Oktober, sebagai bagian dari persiapan program masif tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kesempatan magang yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerataan yang dimaksud tidak hanya mencakup distribusi geografis, tetapi juga variasi program studi dan sektor industri yang terlibat. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi beragam latar belakang pendidikan para calon peserta magang. Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.

Dengan target awal 20 ribu fresh graduate, Magang Nasional 2025 menawarkan berbagai fasilitas menarik, termasuk uang saku setara upah minimum dan jaminan sosial. Program ini dirancang sebagai solusi "School to Work Transition" guna membekali lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi industri yang relevan.

Menaker Yassierli secara tegas menyatakan bahwa pemerataan menjadi prinsip utama dalam program Magang Nasional 2025. "Rule pertamanya adalah kita ingin ada pemerataan, baik itu (pemerataan) lintas geografi dan pemerataan (program studi serta sektor industri)," ujarnya di Jakarta. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh lulusan di Indonesia.

Pemerintah tidak hanya akan fokus pada posisi tertentu, tetapi juga pada variasi jenis pekerjaan yang tersedia bagi pemagang. Pendekatan ini memastikan bahwa berbagai program studi yang dimiliki oleh calon peserta magang dapat terakomodasi dengan baik. Dengan demikian, relevansi antara pendidikan dan pengalaman kerja dapat terjaga.

Hingga saat ini, setidaknya 1.000 perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam program ini. Keterlibatan perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor diharapkan dapat mendukung tujuan pemerataan yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Ini juga menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada calon tenaga kerja.

Program Magang Nasional 2025 tidak hanya menguntungkan peserta, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang berpartisipasi. Menaker Yassierli menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan baik bagi perusahaan untuk mengenalkan perusahaannya kepada para pencari kerja. Keterlibatan dalam program ini dapat menjadi sarana rekrutmen awal yang efektif.

Bagi para lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi, program ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan di dunia industri. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menambahkan, "Kesempatan yang baik untuk para pencari kerja mendapatkan exposure terkait tentang industri, peningkatan kompetensi di tempat kerja." Pengalaman langsung di lapangan sangat krusial bagi pengembangan karier.

Pemerintah memandang program ini sebagai solusi strategis yang disebut "School to Work Transition Program". Konsep ini memastikan bahwa setelah lulus, mahasiswa dapat langsung mengikuti magang nasional yang masif untuk memperoleh kompetensi yang dibutuhkan industri. "Sesudah itu kemudian mereka bisa bekerja," kata Yassierli, menggarisbawahi tujuan akhir program.

Pada tahap awal, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan kuota untuk 20 ribu fresh graduate yang akan mengikuti Magang Nasional 2025. Selama enam bulan masa pemagangan, peserta akan menerima berbagai fasilitas pendukung. Ini termasuk uang saku bulanan yang setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk wilayah DKI Jakarta.

Pembayaran uang saku tersebut akan dilakukan oleh pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI. Selain itu, peserta magang juga akan mendapatkan Jamsostek yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM). Fasilitas ini memberikan perlindungan ekstra bagi peserta selama menjalani program.

Peserta juga akan didampingi oleh mentor dari perusahaan tempat magang dan akan memperoleh sertifikat pemagangan setelah menyelesaikan program secara penuh. Sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2025, program ini menyasar lulusan diploma (D1-D4) dan sarjana (S1) yang lulus maksimum satu tahun terakhir. Pendaftaran dilakukan melalui platform maganghub.kemnaker.go.id, dengan periode kelulusan ijazah mulai 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Jadwal pendaftaran perusahaan dan usulan program adalah 1-14 Oktober 2025, dilanjutkan pendaftaran peserta hingga 15 Oktober 2025.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi