Realisasi PAD Manggarai Barat Capai Rp261 Miliar, Pariwisata Jadi Penopang Utama
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat realisasi PAD Manggarai Barat hingga awal Desember 2025 telah mencapai Rp261 miliar, didominasi kontribusi sektor pariwisata.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kinerja positif dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hingga tanggal 11 Desember 2025, realisasi PAD Manggarai Barat telah mencapai angka Rp261 miliar.
Pencapaian ini setara dengan 92,97 persen dari total target yang ditetapkan untuk tahun 2025, yakni sebesar Rp288 miliar. Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyatakan keyakinannya bahwa realisasi PAD akan melampaui 95 persen hingga akhir tahun ini.
Sektor pariwisata menjadi tulang punggung utama dalam peningkatan pendapatan daerah ini, menyumbang lebih dari 60 persen dari total PAD. Selain pariwisata, kontribusi signifikan juga datang dari Pajak Galian C, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta berbagai retribusi daerah lainnya.
Pariwisata sebagai Motor Penggerak PAD
Sektor pariwisata di Manggarai Barat telah terbukti menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan asli daerah. Dengan keindahan alam dan potensi wisata yang luar biasa, daerah ini berhasil menarik wisatawan yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi lokal.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menegaskan pentingnya sektor ini. "Untuk tahun ini sektor pariwisata menyumbang lebih dari 60 persen untuk PAD Manggarai Barat, selebihnya dari Pajak Galian C, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi daerah lainnya," ujarnya.
Kontribusi dominan dari pariwisata ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang ada. Hal ini juga menjadi indikator bahwa investasi di sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Manggarai Barat.
Strategi Peningkatan PAD dan Target Masa Depan
Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan realisasi PAD Manggarai Barat, pemerintah daerah telah merancang berbagai strategi. Kolaborasi intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu langkah penting dalam optimalisasi pendapatan daerah.
Pemkab Manggarai Barat juga telah menetapkan target PAD yang lebih ambisius untuk tahun 2026, yaitu sebesar Rp310 miliar. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan menggenjot penerimaan dari Pajak Hotel dan Restoran yang berasal dari kapal wisata atau hotel terapung di Labuan Bajo, serta Pajak Sarang Burung Walet.
"Kedua objek pajak itu sudah ada peraturan daerah, kami optimalkan," kata Yulianus Weng. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan PAD melalui Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2), menggarisbawahi pentingnya partisipasi semua pihak dalam pembayaran pajak demi pembangunan daerah.
Tren Kenaikan PAD Manggarai Barat
Realisasi PAD Manggarai Barat menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, PAD tercatat sebesar Rp154,7 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp190,8 miliar pada tahun 2022.
Kenaikan signifikan berlanjut pada tahun 2023 dengan pencapaian Rp248,8 miliar, dan pada tahun 2024 mencapai Rp273,9 miliar. Data ini menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan efektifnya kebijakan pendapatan daerah yang diterapkan oleh Pemkab Manggarai Barat.
Tren positif ini memberikan optimisme bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pendapatan dan membiayai pembangunan di wilayah tersebut. Dukungan dari berbagai sektor, terutama pariwisata, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga momentum pertumbuhan ini.
Sumber: AntaraNews