Fakta Unik: Satu Lahan Parkir Sumbang Rp30 Juta, Pemkab Mabar Gencarkan Penataan Parkir Labuan Bajo Tingkatkan PAD

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serius menggarap potensi retribusi dari penataan parkir Labuan Bajo, dengan target peningkatan PAD signifikan melalui digitalisasi dan penambahan lokasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Satu Lahan Parkir Sumbang Rp30 Juta, Pemkab Mabar Gencarkan Penataan Parkir Labuan Bajo Tingkatkan PAD
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serius menggarap potensi retribusi dari penataan parkir Labuan Bajo, dengan target peningkatan PAD signifikan melalui digitalisasi dan penambahan lokasi. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah gencar melakukan penataan parkir di Labuan Bajo. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Inisiatif ini dipimpin oleh Dinas Perhubungan setempat, yang berupaya meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Gunawan, menjelaskan bahwa saat ini hanya satu lahan parkir yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Lahan tersebut berada di kawasan Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, yang telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kas daerah. Penataan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi ekonomi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

Dari pengelolaan satu lahan parkir tersebut, Pemkab Manggarai Barat berhasil meraup pendapatan lebih dari Rp30 juta dalam satu bulan, dengan dukungan 12 juru parkir. Keberhasilan awal ini memicu rencana ekspansi dan optimalisasi yang lebih besar untuk tahun-tahun mendatang. Upaya penataan parkir Labuan Bajo ini menjadi fokus utama dalam strategi peningkatan PAD.

Ekspansi Lahan Parkir dan Potensi Peningkatan PAD

Melihat potensi yang besar, Pemkab Manggarai Barat berencana untuk memperluas cakupan pengelolaan lahan parkir pada tahun 2025. Dua lokasi baru yang akan ditata dan dikelola adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo serta area Jalan Reklamasi di Kelurahan Labuan Bajo. Penambahan lokasi ini diharapkan akan secara signifikan mendongkrak penerimaan daerah dari retribusi parkir.

Adrianus Gunawan menyatakan bahwa "Untuk target PAD belum tahu, kita lihat dulu saat mulai penarikan retribusi parkir," ujarnya. Meskipun target PAD secara spesifik belum ditetapkan, Pemkab akan memantau progresnya setelah penarikan retribusi parkir di lokasi-lokasi baru tersebut dimulai. Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat keuangan daerah.

Pengelolaan yang lebih terstruktur di TPI dan Jalan Reklamasi akan membantu mengurangi kemacetan dan menciptakan tata ruang yang lebih baik di Labuan Bajo. Selain itu, penambahan titik-titik parkir ini juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan. Penataan parkir Labuan Bajo ini merupakan bagian integral dari pengembangan infrastruktur kota.

Optimalisasi Retribusi Melalui Digitalisasi dan Rekrutmen Juru Parkir

Untuk memastikan optimalisasi penarikan retribusi parkir, Dinas Perhubungan Manggarai Barat saat ini tengah melakukan rekrutmen juru parkir. Jumlah juru parkir yang ada saat ini sebanyak 12 orang akan ditingkatkan menjadi 25 orang. Penambahan personel ini bertujuan untuk menjaga dan mengelola ketiga lokasi parkir yang akan beroperasi.

Adrianus Gunawan berharap proses rekrutmen dan pelatihan juru parkir ini dapat rampung pada bulan ini. "Mudah-mudahan bulan ini sudah jalan," ungkapnya, menunjukkan optimisme terhadap percepatan implementasi program ini. Juru parkir baru akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melayani masyarakat.

Inovasi penting lainnya adalah penggunaan mesin Elektronik Data Capture (EDC) sebagai alat pembayaran parkir nontunai. Sistem ini akan diterapkan untuk seluruh juru parkir di tiga kawasan parkir tersebut. "Kami bekerja sama dengan Bank NTT, sehingga saya bisa cek petugas baik kehadiran dan pendapatan retribusi secara detail dan syarat calon juru parkir harus memiliki handphone berbasis android," kata Adrianus Gunawan. Digitalisasi ini akan memastikan seluruh transaksi terekam dan data dapat diakses secara transparan, meningkatkan akuntabilitas dalam penataan parkir Labuan Bajo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi