Realisasi Investasi NTB 2025 Lampaui Target, Tembus Rp61,10 Triliun
Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mencatatkan realisasi investasi NTB 2025 sebesar Rp61,10 triliun, melampaui target nasional dan menunjukkan iklim investasi yang positif di tengah tantangan fiskal daerah.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menunjukkan kinerja investasi yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp61,10 triliun, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar Rp61,09 triliun. Capaian impresif ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil di tengah berbagai dinamika ekonomi.
Data tersebut diungkapkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB pada Minggu (25/1). Kepala DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, menyatakan bahwa angka ini setara dengan 100,02 persen dari target yang diharapkan. Keberhasilan ini menjadi indikator kuat daya tarik investasi NTB.
Pencapaian ini terjadi meskipun pagu anggaran DPMPTSP NTB mengalami penurunan signifikan dari Rp9,14 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp7,69 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini membuktikan bahwa iklim investasi di NTB tetap kondusif dan menarik bagi para investor.
Kinerja Gemilang dan Sektor Dominan Investasi NTB
Realisasi investasi yang melampaui target ini menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Irnadi Kusuma menegaskan bahwa pertumbuhan investasi tetap solid, bahkan di tengah keterbatasan ruang fiskal anggaran daerah. Efisiensi anggaran tidak menghalangi NTB untuk menarik modal masuk.
Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi ini. Ketiga daerah tersebut menunjukkan potensi ekonomi yang kuat dan mampu menarik berbagai jenis penanaman modal. Ini menunjukkan distribusi investasi yang cukup merata di beberapa wilayah kunci NTB.
Sektor-sektor yang paling dominan dalam realisasi investasi meliputi energi dan sumber daya mineral (ESDM), pariwisata dan ekonomi kreatif, serta sektor perindustrian. Selain itu, DPMPTSP NTB juga mencatat sekitar 4.000 realisasi perizinan, dengan sektor peternakan yang masih mendominasi jumlah perizinan tersebut.
Tantangan dan Komitmen Peningkatan Iklim Investasi
Meskipun capaian realisasi investasi NTB 2025 sangat positif, DPMPTSP NTB mengakui adanya sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Tantangan tersebut meliputi daerah dengan tingkat investasi yang masih rendah serta kendala teknis pada sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Pemutakhiran peta potensi investasi daerah juga menjadi prioritas.
Irnadi Kusuma menyoroti pentingnya mengatasi hambatan ini untuk terus menarik lebih banyak investor ke NTB. Peningkatan efisiensi dan transparansi dalam proses perizinan menjadi kunci. Hal ini akan memastikan investor mendapatkan kemudahan dan kepastian dalam berinvestasi di wilayah tersebut.
DPMPTSP NTB berkomitmen untuk terus memperkuat digitalisasi layanan dan optimalisasi konsultasi investasi. Pengawasan perizinan berbasis risiko juga akan ditingkatkan guna menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif dan akuntabel. Ini adalah langkah proaktif pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong investasi hijau yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Investasi ramah lingkungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat NTB. Ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan global.
Target Ambisius dan Fokus Investasi Berkualitas
Pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi telah menetapkan target realisasi investasi yang lebih tinggi untuk Nusa Tenggara Barat pada tahun 2026. Target tersebut mencapai Rp68 triliun, meningkat sekitar Rp7 triliun dibandingkan target tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap potensi NTB.
Pemerintah Provinsi NTB secara aktif mendorong masuknya investasi berkualitas, khususnya di sektor energi terbarukan. Sektor ini diharapkan menjadi lokomotif investasi baru yang dapat mengubah struktur penanaman modal. Tujuannya adalah mengurangi dominasi lapangan usaha pertambangan yang bersifat ekstraktif dan memiliki keterbatasan keberlanjutan.
Fokus pada energi terbarukan menunjukkan visi NTB untuk pembangunan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Investasi di sektor ini tidak hanya akan menciptakan lapangan kerja. Namun juga akan mendukung transisi energi nasional. Ini merupakan langkah strategis untuk masa depan NTB.
Dengan berbagai upaya perbaikan dan fokus pada sektor-sektor strategis, NTB optimis dapat mencapai target investasi 2026. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan pelaku usaha menjadi kunci kesuksesan. Ini akan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat NTB.
Sumber: AntaraNews