Pemerintah NTB Pastikan Iklim Investasi Kondusif di KEK Mandalika
Pemerintah NTB menjamin iklim investasi kondusif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, siap mengawal dan menyelesaikan kendala demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas memastikan iklim investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tetap kondusif. Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menyatakan kesiapan pihaknya. Ia siap mengawal dan menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh para investor di Mandalika.
Pernyataan ini disampaikan di Mataram pada Jumat lalu, menekankan komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bisnis yang stabil dan menarik bagi penanaman modal.
Peran Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Investasi
Irnadi Kusuma menegaskan bahwa pemerintah provinsi hadir untuk memberikan informasi serta solusi konstruktif bagi investor. Hal ini berlaku untuk kendala investasi, baik yang bersifat teknis maupun nonteknis, agar semua persoalan dapat disiapkan dan diselesaikan bersama.
Pentingnya komunikasi intensif dan kolaboratif antara pemerintah provinsi, pengelola KEK Mandalika, dan para investor juga menjadi sorotan utama. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat respons terhadap dinamika investasi.
Mandalika kini telah dikenal dunia sebagai destinasi pariwisata global dengan kalender acara internasional yang terus berlanjut. Kondisi ini menuntut kesiapan dan respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan terkait.
Investasi di KEK Mandalika harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB. Ini termasuk menciptakan lapangan kerja dan mengangkat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar tumbuh bersama di kawasan tersebut.
Potensi dan Pengembangan KEK Mandalika
KEK Mandalika memiliki luas sekitar 1.250 hektare, dengan lahan yang saat ini dikuasai dan dikelola efektif mencapai 1.175 hektare. Batas kawasan ini terbentang mulai dari ruas jalan provinsi hingga kawasan jalan bypass dan zona sirkuit.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan pengelola utama KEK Mandalika. ITDC telah mengantongi perizinan lengkap untuk membangun dan mengembangkan kawasan tersebut secara berkelanjutan.
Sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, Mandalika dirancang untuk menjadi pusat pariwisata berkelanjutan. Pengembangan ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan dan investor, memperkuat daya saing daerah.
Infrastruktur yang memadai dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menarik investasi. Hal ini juga memastikan operasional KEK Mandalika berjalan lancar serta efisien.
Capaian Investasi dan Tantangan ke Depan
Nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika telah mencapai Rp5,91 triliun. Investasi ini melibatkan 28 pelaku usaha yang berhasil menyerap 25.921 orang tenaga kerja, menunjukkan dampak ekonomi signifikan.
Meskipun demikian, realisasi investasi tahun berjalan tercatat sebesar Rp197,23 miliar, angka ini masih di bawah target Rp537 miliar. Target yang belum tercapai ini menjadi perhatian bagi pengelola dan pemerintah daerah.
Pihak ITDC menjelaskan bahwa capaian realisasi investasi yang di bawah target disebabkan oleh penyesuaian anggaran di tingkat pusat. Penyesuaian ini seiring dengan restrukturisasi kelembagaan ITDC di bawah naungan Danantara.
Tantangan ini memerlukan strategi adaptif dan koordinasi yang lebih erat antarlembaga. Tujuannya adalah memastikan target investasi dapat tercapai di masa mendatang, menjaga momentum pertumbuhan KEK Mandalika.
Sumber: AntaraNews