Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun, Perkuat Posisi Destinasi Kelas Dunia
Realisasi Investasi KEK Mandalika hingga 2025 mencapai Rp5,96 triliun, menarik kepercayaan investor asing dan memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Lombok Tengah mencatat pertumbuhan signifikan dalam sektor investasi pariwisata. Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mencapai Rp5,96 triliun hingga akhir tahun 2025. Data ini disampaikan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola utama kawasan tersebut, menunjukkan daya tarik Mandalika di mata investor.
Capaian investasi kumulatif ini merupakan indikator positif bagi pengembangan pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kehadiran berbagai investor diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Kondisi ini juga memperkuat konektivitas pengembangan pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurut Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, jumlah investor yang telah menjalin kerja sama mencapai 34 pihak. Salah satu investor terbaru berasal dari Spanyol, yang berkomitmen menanamkan modal sebesar Rp54 miliar untuk pembangunan akomodasi vila di kawasan ini. Ini menandakan kepercayaan global terhadap prospek cerah KEK Mandalika.
Capaian Investasi dan Kepercayaan Investor Asing
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melaporkan bahwa total investasi kumulatif di KEK Mandalika mencapai Rp5,96 triliun hingga tahun 2025. Angka ini mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan kawasan yang menarik minat berbagai pihak. Sebanyak 34 investor telah resmi menandatangani perjanjian kerja sama, menunjukkan komitmen kuat terhadap visi The Mandalika.
Kepercayaan investor asing menjadi sorotan utama dalam perkembangan ini. Direktur Komersial ITDC, Febrina Meidiana, menjelaskan bahwa masuknya investasi ini adalah cerminan kepercayaan investor terhadap prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Kerja sama ini menegaskan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan berkelanjutan.
Salah satu investasi terbaru yang menonjol adalah dari investor asal Spanyol, dengan nilai Rp54,17 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan di Lot KGH1 dan KGH2, khusus untuk pembangunan vila. Kehadiran investor Spanyol di awal tahun 2026 ini semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global.
Dampak Ekonomi dan Komitmen Pengembangan Berkelanjutan
Pertumbuhan investasi di KEK Mandalika tidak hanya berdampak pada peningkatan angka, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang luas. Kondisi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. ITDC meyakini bahwa tren positif investasi ini akan terus berlanjut di masa depan.
Dalam setiap pengembangan proyek, ITDC selalu berpegang teguh pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku di The Mandalika. Hal ini memastikan bahwa setiap investasi dan pembangunan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab. Prioritas utama adalah menjaga kepentingan jangka panjang kawasan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Pengembangan vila oleh investor Spanyol, misalnya, diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan. Dampak tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan ekosistem pariwisata lokal. Ini sejalan dengan upaya besar untuk mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews