SKK Migas Siapkan Jurus Triple 100 untuk Kejar Target Produksi Minyak Tahun Ini
SKK Migas bakal menghadapi banyak tantangan untuk mengejar target produksi minyak 610 ribu barel pada 2026.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan strategi Triple 100 untuk menggenjot realisasi produksi minyak nasional, dari target 605 ibu barel per hari pada 2025 menjadi 610 ribu barel per hari di tahun ini.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, pihaknya bakal menghadapi banyak tantangan untuk mengejar target produksi minyak 610 ribu barel pada 2026.
Menurut dia, realisasi produksi 2025 sebesar 605 ribu barel minyak per hari turut didukung oleh dua proyek raksasa, yakni Terubuk-Forel dengan produksi 20.000 barel per hari, dan Banyu Urip Infill Clastic dengan produksi 30.000 barel per hari.
"Pada bulan Desember (2025), ketika kami bertemu dengan Pak Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), beliau khawatir bahwa pada tahun 2026, kami tidak akan memiliki hak istimewa seperti proyek baru tersebut," kata Rikky dalam gelaran IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (22/5).
Dorong Jurus Triple 100
Atas dasar itu, Kepala SKK Migas kemudian memberikan perintah untuk mendorong strategi Triple 100, yakni target 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk multistage fracturing, dan 100 sumur pengembangan.
"Ketua kami memberi kami perintah untuk mendorong inisiatif Triple 100, 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk multistage fracturing, multilayer fracturing, juga 100 sumur pengembangan tambahan dari penemuan eksplorasi 2-3 tahun dari sekarang," ungkapnya.
Rikky menilai target ini sangat layak secara ekonomi. Lantaran berdasarkan riwayat selama 2-3 tahun terakhir, realisasi anggaran para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hanya sekitar 85-90 persen.
"Jadi, masih ada buffer 10-15 persen anggaran yang harus kami tambahkan ke program seperti Triple 100 ini," kata Rikky.