PT Saka Energi Indonesia (SAKA), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, melalui Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), telah sukses menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST. Sumur ini berlokasi di Lapangan Ujung Pangkah, Wilayah Kerja (WK) Pangkah, yang berada di perairan laut Jawa Timur. Pencapaian ini menandai langkah penting dalam upaya peningkatan produksi migas nasional.
Berdasarkan hasil uji sumur yang dilaksanakan pada 29 Maret 2026, sumur UPA-17ST menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Sumur tersebut berhasil menghasilkan 2.443 barel minyak per hari (BOPD) serta 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. Angka produksi ini melampaui target awal yang ditetapkan, menunjukkan potensi reservoir yang besar.
Direktur Operasi SAKA, Achmad Agus Miftakhurrohman, menyatakan bahwa keberhasilan pemboran ini merupakan pencapaian penting bagi perusahaan di WK Pangkah. Ini adalah bukti komitmen SAKA dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi negara. Sumur ini telah berhasil onstream dan terintegrasi ke sistem produksi lapangan.
Advertisement
Advertisement
Capaian Produksi Signifikan dari Sumur UPA-17ST
Hasil uji produksi sumur UPA-17ST menunjukkan kinerja yang sangat positif, dengan produksi minyak mencapai 2.443 barel per hari dan gas sebesar 3,72 juta standar kaki kubik per hari. Angka ini menegaskan potensi besar Lapangan Ujung Pangkah dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Achmad Agus Miftakhurrohman menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan pencapaian penting terkini setelah sebelumnya SAKA juga berhasil melakukan pemboran dan put onstream sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05. Capaian ini menunjukkan bahwa Lapangan Ujung Pangkah, sebagai lapangan pertama yang dikembangkan di WK Pangkah, masih memiliki potensi signifikan untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi di wilayah Jawa Timur.
Keberhasilan pemboran Pemboran Sumur UPA-17ST Saka Energi ini juga mendapat sambutan positif dari SKK Migas. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan, “Alhamdulillah, hasil kegiatan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST menunjukkan hasil yang sangat baik.” Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Teknologi dalam Pemboran Sumur UPA-17ST Saka Energi
Proses pemboran sumur UPA-17ST dimulai pada 12 Oktober 2025 dari Well Head Platform-A (WHP-A) menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace dan berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2025. Setelah itu, dilanjutkan dengan Well Intervention (WLI) termasuk stimulasi untuk mengoptimalkan produksi sumur serta memastikan aliran hidrokarbon dari reservoir ke permukaan dapat berlangsung dengan baik.
Sumur UPA-17ST merupakan sumur dengan jangkauan pemboran terpanjang yang pernah dilakukan SAKA, termasuk dalam kategori extended reach drilling (ERD). Teknologi ERD ini memungkinkan pemboran menjangkau reservoir yang berada jauh dari fasilitas produksi, sehingga pengembangan cadangan dapat dilakukan lebih efisien tanpa perlu membangun platform baru.
Secara operasional, pemboran sumur ini merupakan konversi dari sumur idle, yang menghadirkan tantangan tersendiri ditambah dengan panjang lintasan horisontal yang masuk dalam kategori ERD. Selain itu, operasi pemboran melibatkan penggunaan expandable casing untuk mengantisipasi kompleksitas karakteristik lapisan batuan yang ditembus, serta aplikasi stimulasi reservoir karbonat dengan teknik yang telah di-improved. Ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur produksi yang telah ada.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif terhadap Ketahanan Energi Nasional
Dengan hasil uji produksi yang melampaui target, sumur UPA-17ST yang telah terintegrasi diharapkan dapat menambah produksi migas nasional secara signifikan. Keberhasilan ini akan memperkuat kontribusi WK Pangkah terhadap pasokan energi nasional dan target lifting pemerintah.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen SAKA dalam mengoptimalkan potensi lapangan melalui penerapan teknologi canggih, efisiensi produksi, dan pengelolaan operasi yang andal. Kolaborasi yang solid dari seluruh tim internal dengan para mitra serta pemangku kepentingan terkait, terutama Manajemen SKK Migas bersama KKKS lainnya, turut menjadi faktor penentu kesuksesan ini.
Potensi Lapangan Ujung Pangkah yang masih signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh Pemboran Sumur UPA-17ST Saka Energi, memberikan harapan besar bagi ketahanan energi Indonesia. Peningkatan produksi ini sangat vital dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews