Peluang Investasi Pabrik Pupuk Asam Sulfat Terbuka di Sumbawa Barat, NTB

DPMPTSP NTB membuka peluang investasi besar untuk pembangunan Pabrik Pupuk Asam Sulfat di Kawasan Industri Sumbawa Barat, memanfaatkan pasokan dari smelter Amman Mineral.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Peluang Investasi Pabrik Pupuk Asam Sulfat Terbuka di Sumbawa Barat, NTB
DPMPTSP NTB membuka peluang investasi besar untuk pembangunan Pabrik Pupuk Asam Sulfat di Kawasan Industri Sumbawa Barat, memanfaatkan pasokan dari smelter Amman Mineral. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengungkapkan adanya peluang investasi signifikan. Peluang ini terkait pembangunan pabrik pupuk yang akan menggunakan asam sulfat sebagai bahan utama di Kabupaten Sumbawa Barat. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi mineral dan menciptakan nilai tambah ekonomi di wilayah tersebut.

Kepala DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, menyatakan bahwa Kawasan Industri Sumbawa Barat (KSB) telah direncanakan menjadi pusat pengembangan berbagai industri pengolahan baru. Salah satu industri strategis yang diincar adalah fasilitas produksi pupuk. Rencana ini muncul setelah kunjungan kerja DPMPTSP NTB ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Amman Mineral Industri (Amin) pada 26 November 2025.

Pembangunan pabrik ini akan memanfaatkan pasokan asam sulfat yang dihasilkan dari proses pengolahan smelter PT Amman Mineral Industri (Amin). Saat ini, produk asam sulfat tersebut masih dikirim ke luar daerah untuk dimanfaatkan oleh industri lain. Keberadaan pabrik pupuk ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Kawasan Industri Sumbawa Barat (KSB) diproyeksikan menjadi lokasi strategis bagi pengembangan industri pengolahan mineral di NTB. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat sebagian besar area industri pengolahan dan smelter PT Amman Mineral Industri berada di dalam kawasan tersebut. Hal ini menciptakan ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung investasi pabrik pupuk asam sulfat.

Irnadi Kusuma, Kepala DPMPTSP NTB, menegaskan, "Kawasan industri KSB (Kabupaten Sumbawa Barat) direncanakan menjadi lokasi pembangunan berbagai industri pengolahan baru, salah satunya adalah pabrik pembuatan pupuk." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dalam menarik investasi. Pemanfaatan KSB diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Keberadaan kawasan industri ini membuka pintu lebar bagi pengembangan industri turunan lainnya di Pulau Sumbawa. Khususnya, Kabupaten Sumbawa Barat akan merasakan dampak positif dari hilirisasi mineral. Dengan adanya pabrik pupuk asam sulfat, nilai tambah dari hasil olahan mineral dapat ditingkatkan secara signifikan.

Salah satu keunggulan utama dari rencana pembangunan pabrik pupuk asam sulfat ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah. Asam sulfat dapat dipasok langsung dari hasil pengolahan smelter PT Amman Mineral Industri (Amin). Fasilitas smelter ini memiliki kapasitas pengolahan yang sangat besar, mencapai 900 ribu ton konsentrat tembaga setiap tahunnya.

Dari kapasitas pengolahan tersebut, smelter Amin mampu menghasilkan beragam produk turunan yang bernilai tinggi. Produk-produk tersebut meliputi 220 ribu ton katoda tembaga, 801 ribu ton asam sulfat, 18 ton emas, 55 ton perak, dan 77 ton selenium. Jumlah produksi asam sulfat yang mencapai 801 ribu ton per tahun menunjukkan potensi besar untuk industri hilir.

Irnadi Kusuma menjelaskan bahwa selama ini, "Produk asam sulfat yang dihasilkan dari proses pengolahan saat ini masih dikirim ke luar daerah untuk dimanfaatkan oleh industri lain." Kondisi ini membuka peluang besar untuk pemanfaatan domestik. Dengan adanya pabrik pupuk asam sulfat di lokasi yang sama, biaya logistik dapat ditekan dan efisiensi produksi meningkat.

DPMPTSP NTB secara aktif melakukan langkah-langkah strategis untuk mendukung percepatan hilirisasi mineral di Nusa Tenggara Barat. Kunjungan kerja ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Amman Mineral Industri (Amin) pada 26 November 2025 menjadi bukti nyata komitmen ini. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan industri pengolahan mineral berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim DPMPTSP NTB juga melakukan verifikasi dan validasi terhadap pelaksanaan industri pengolahan mineral logam. Verifikasi ini mencakup mineral ikutan lainnya yang dihasilkan dari proses smelter. Upaya ini penting untuk memastikan kepatuhan serta mengidentifikasi potensi pengembangan lebih lanjut.

Pemerintah NTB melihat keberadaan kawasan industri KSB sebagai katalisator utama. Kawasan ini tidak hanya menarik investasi untuk pabrik pupuk asam sulfat, tetapi juga untuk industri turunan lainnya. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta ekosistem industri yang kuat dan berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi