Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aceh Lancar, Kirim BBM via Pesawat Air Tractor ke Bener Meriah
PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan energi di wilayah Aceh tetap terjaga. Pengiriman BBM Pertamina via Pesawat Air Tractor menjadi solusi strategis untuk menjangkau Bener Meriah pascabencana.
PT Pertamina (Persero) telah mengambil langkah inovatif untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terpencil Aceh tetap terpenuhi. Pada Sabtu, 13 Desember, pukul 08.08 WIB, Pertamina mengirimkan BBM menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Inisiatif ini dilakukan untuk mengatasi kendala akses darat pascabencana yang membuat distribusi energi menjadi sulit.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran pasokan energi di seluruh pelosok negeri. Ia didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau langsung kesiapan operasi pengiriman udara ini. Pengiriman BBM Pertamina via Pesawat Air Tractor ini menjadi solusi vital agar masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat segera mengakses energi.
Langkah strategis ini diambil menyusul kondisi jalur darat yang masih sulit dilalui akibat dampak bencana alam yang melanda. Dengan memanfaatkan moda transportasi udara, Pertamina berupaya mempercepat distribusi BBM ke area yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan kesigapan Pertamina dalam merespons tantangan geografis dan kondisi darurat demi kepentingan masyarakat.
Strategi Distribusi Udara untuk Akses Terbatas
Pertamina terus mengerahkan berbagai moda transportasi untuk menjamin penyaluran BBM berjalan lancar, termasuk di wilayah dengan akses terbatas. Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa di daerah-daerah yang sulit dijangkau, pengiriman melalui udara, seperti menggunakan Air Tractor, menjadi pilihan terbaik. Pendekatan ini memastikan energi dapat segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Melalui PT Pertamina Patra Niaga, intensifikasi distribusi energi via udara telah dilakukan secara menyeluruh. Berbagai jenis pesawat telah dimanfaatkan, mulai dari pesawat perintis, pesawat Hercules, helikopter sling load, hingga kini pesawat Air Tractor. Pesawat Air Tractor ini menjadi tulang punggung utama dalam operasi pengiriman BBM ke Bener Meriah, menunjukkan adaptasi Pertamina terhadap kondisi lapangan.
Setiap penerbangan Air Tractor memiliki kapasitas angkut yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi. Pesawat ini mampu membawa maksimal 3,5 kiloliter (kl) Biosolar atau 4 kiloliter gasoline jenis Pertalite atau Pertamax dalam sekali jalan. Dengan jadwal penerbangan yang direncanakan hingga dua sampai tiga kali per hari, pasokan BBM diharapkan dapat terus mengalir tanpa hambatan.
Memastikan Pemulihan dan Kebutuhan Masyarakat
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menekankan efisiensi pengiriman energi menggunakan Air Tractor. Metode ini memungkinkan distribusi BBM secara cepat dan bertahap ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Kecepatan pengiriman ini krusial dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana di Bener Meriah dan sekitarnya.
Penerbangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin pasokan energi tetap aman dan stabil. Koordinasi erat dengan otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian menjadi kunci sukses operasi ini. Kerja sama lintas sektor ini memastikan seluruh proses pengiriman BBM Pertamina via Pesawat Air Tractor berjalan lancar di tengah keterbatasan akses darat.
Pengiriman BBM ke Bener Meriah memiliki dampak ganda, yakni untuk kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam percepatan penanganan bencana serta menyuplai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mars Ega menyebutkan bahwa pasokan ini akan mendukung SPBU di Bener Meriah maupun Aceh Tengah. Harapannya, pemulihan aktivitas masyarakat di sana dapat berlangsung lebih cepat dengan ketersediaan energi yang memadai.
Sumber: AntaraNews