Pemberdayaan UMKM Pertamina: Strategi Jangka Panjang Ciptakan Keberlanjutan Ekonomi Nasional
PT Pertamina (Persero) gencar melakukan Pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Simak bagaimana program ini mendorong UMKM lokal menembus pasar global dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program strategis. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Komitmen ini diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron di Jakarta, Sabtu (25/4).
Pertamina berupaya mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah dinamika global. Tujuannya agar UMKM mampu tumbuh serta menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke kancah internasional. Salah satu program andalan adalah melalui Rumah BUMN, yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif.
Terbaru, Rumah BUMN sukses menggelar webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini menjadi bukti nyata dukungan Pertamina dalam mendorong UMKM naik kelas. Inisiatif ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, menegaskan semangat perjuangan dan inovasi.
Komitmen Pertamina dalam Mengembangkan UMKM Tangguh
Pertamina berkomitmen penuh untuk mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing. Program pemberdayaan ini bertujuan agar UMKM mampu tumbuh serta menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Salah satu wujud nyata komitmen ini adalah melalui Rumah BUMN, sebuah wadah kolaborasi dan pengembangan UMKM. Melalui fasilitas ini, Pertamina menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk webinar Kartini 2026. Acara tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia.
Webinar Kartini 2026 menjadi ajang penting untuk memperingati Hari Kartini. Ini menunjukkan dedikasi Pertamina dalam mendorong UMKM agar semakin kuat dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi global. Pertamina percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.
Inovasi dan Ketahanan UMKM di Tengah Dinamika Global
Saat ini, UMKM dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global, termasuk kenaikan biaya produksi yang berdampak pada daya jual. Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) and Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menyoroti pentingnya ketahanan UMKM. Indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang cukup baik, namun ketahanan UMKM harus terus diperkuat.
Rudi Ariffianto menekankan bahwa ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan. Hal ini krusial agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya. Pertamina mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Webinar tersebut menghadirkan Nilamsari Sahadewa, Founder Kebab Turki Baba Rafi, sebagai pembicara inspiratif. Nilamsari berbagi pengalaman membangun bisnis dari skala gerobak hingga berhasil menembus pasar internasional. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, budaya kerja, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi pertumbuhan usaha, termasuk strategi membangun merek dan menghadapi krisis.
Pencapaian dan Kontribusi UMKM terhadap Ketahanan Energi
Sejalan dengan upaya pemberdayaan, Pertamina melalui 30 Rumah BUMN telah berhasil membina sebanyak 15.884 UMKM. Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina telah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk UMKM binaan. Tercatat ada 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal yang diselenggarakan. Fasilitas ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan akses pasar UMKM.
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, inovasi, dan ketangguhan harus terus hidup dalam diri pelaku UMKM Indonesia. Tujuannya adalah untuk melangkah lebih jauh dan membawa produk lokal ke panggung dunia. Peringatan ini juga menegaskan pentingnya bijak energi di tengah tekanan biaya dan dinamika global. Efisiensi dan pemanfaatan energi berkelanjutan bukan sekadar menekan biaya, tetapi menjadi kunci daya saing dan nilai tambah UMKM. Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tetapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
Sumber: AntaraNews