OJK Sebut Data Rill Pasar Modal akan Dikirim ke MSCI Awal Maret 2026
OJK menyebut rapat teknis dengan MSCI berjalan lancar. Data riil pasar modal akan dikirim awal Maret sebagai dasar simulasi indeks global.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menyatakan koordinasi teknis dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terus menunjukkan perkembangan.
“Ada dong. Dari setiap meeting teknis itu kita harapkan kita bisa selalu mendapatkan konfirmasi dan afirmasi, kira-kira apalagi yang diharapkan, apa yang kurang, dan sebagainya,” kata Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, seluruh tahapan pertemuan sejauh ini berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Nah, sejauh ini bisa saya sampaikan cukup baik, cukup lancar. Dan nanti teman-teman kan tahu dari timeline-nya ya. Khusus untuk yang granularity bahkan kita akan selesaikan di Februari akhir,” ujarnya.
Data Granulasi Jadi Fokus Penyempurnaan
Hasan menjelaskan, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas dan detail data atau granulasi. Penyempurnaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Februari.
Data tersebut akan digunakan oleh MSCI dan penyedia indeks global lainnya untuk melakukan simulasi perhitungan indeks. OJK berencana mengirimkan data riil yang berasal dari partisipan di Kustodian Sentral Efek Indonesia mulai awal Maret.
“Lalu berarti di awal Maret menjadi bulan pertama kita akan menyampaikan ke MSCI dan seluruh index provider lain. Jadi, nanti per Maret itu bahkan data realnya, data yang sudah merupakan data yang disetorkan oleh para partisipan di KSEI, itulah data yang nanti akan disampaikan ke MSCI untuk dilihat dan dicoba simulasi kalkulasi perhitungan indeksnya,” jelas Hasan.
Proposal BEI dan Agenda Reformasi Pasar
Sebelumnya, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa proposal resmi telah dikirimkan ke MSCI pada 5 Februari. Proposal tersebut memuat tiga poin utama.
“Seperti yang kami sampaikan tadi, bahwa tanggal 5 Februari kita sudah menyampaikan proposal kepada MSCI yang tiga poin tadi, yaitu tadi granulasi dari kategori investor. Yang kedua adalah pengungkapan dari shareholders name dari 5% menjadi 1%. Serta kita juga akan komunikasikan rencana penerapan peraturan terkait free float. Itu yang akan kita diskusikan di hari Rabu nanti,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).
Seiring proses tersebut, BEI bersama KSEI juga mengajukan sejumlah inisiatif yang diklaim sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Seluruh target tersebut ditetapkan untuk diselesaikan sebelum akhir April 2026.