Sorot
{{caption}}
Akankah Arsenal Mendapat Guard of Honour dari Crystal Palace? Begini Tradisi di Liga Inggris

{{caption}}
Arsenal di Ambang Rekor Langka yang Belum Pernah Ada di Liga Inggris

{{caption}}
Kapan Arsenal Gelar Parade Juara?

{{caption}}
Prabowo Sebut Birokrasi Indonesia Memalukan, Dibandingkan dengan Malaysia

{{caption}}
Prabowo Wanti-Wanti Ketidakpastian Global, BEI Optimistis terhadap Ekonomi dan IHSG

{{caption}}
Puan Tegaskan DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama Sejahterakan Rakyat

Topik Terkait
{{caption}}
Laba Industri Asuransi Jiwa Capai Rp7,85 Triliun per Maret 2026, OJK Ungkap Pemicunya

Industri asuransi jiwa mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp7,85 triliun per Maret 2026, menunjukkan peningkatan signifikan yang ditopang oleh kinerja kanal bancassurance dan produk unit link.

{{caption}}
OJK Ungkap Hasil Investasi Asuransi Melonjak Ratusan Persen Berkat Perbaikan Pasar Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan hasil investasi asuransi melonjak signifikan per Februari 2026, didorong oleh membaiknya kondisi pasar keuangan. Artikel ini mengulas detail peningkatan dan proyeksi industri ke depan.

{{caption}}
Kinerja Positif: Pendapatan Premi Asuransi Komersial OJK Tembus Rp297,88 Triliun per November 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan **pendapatan premi asuransi komersial** mencapai Rp297,88 triliun hingga November 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah dinamika pasar. Bagaimana detail kontribusi sektor asuransi jiwa dan umu

OJK
{{caption}}
Fakta Unik: Klaim Asuransi Properti Turun 6,2% Jadi Rp4,8 Triliun per Agustus, OJK Ungkap Kondisi Industri Perasuransian

OJK mencatat **klaim asuransi properti** mengalami penurunan signifikan sebesar 6,2% menjadi Rp4,8 triliun per Agustus 2025. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan premi, bagaimana kondisi industri asuransi secara keseluruhan?

OJK
{{caption}}
BUMN Jasindo Catat Kenaikan Laba 656 Persen, Tembus Rp120 Miliar di Semester I-2024

Pencapaian ini didukung oleh peningkatan pendapatan premi pada lini usaha yang menjadi core competence perusahaan.

{{caption}}
Data OJK: Premi Asuransi Tembus Rp210 Triliun, Klaim Dibayar Rp166 Triliun per Mei 2024

Di sisi lain, aset asuransi non komersial tercatat sebesar Rp219,58 triliun. Ini mencakup asuransi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri.

{{caption}}
OJK: Saham Syariah Indonesia Kini Lebih Kompetitif dan Tahan Gejolak

Perkembangan pasar modal syariah dalam 15 tahun terakhir telah mengalami transformasi besar.

{{caption}}
OJK Sebut Pasar Saham Syariah Terus Menguat

Kapitalisasi pasar saham syariah tercatat mencapai sekitar Rp 7.225 triliun atau tumbuh lebih dari 5 persen secara tahunan.

{{caption}}
Jumlah Investor Pasar Modal Domestik Terus Tumbuh saat Ada Sentimen MSCI

Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah dinamika global dan sentimen rebalancing indeks MSCI.

{{caption}}
Ketua OJK: Koreksi IHSG Masih Wajar, Fundamental Pasar Tetap Kuat

Tekanan terhadap pasar tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi situasi global, terutama meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah.

{{caption}}
Fundamental Perbankan Indonesia Tetap Solid di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Di tengah gejolak ekonomi global, fundamental perbankan Indonesia, khususnya bank BUMN, menunjukkan ketahanan luar biasa. Ahli sebut Fundamental Perbankan Indonesia tetap solid dan memiliki potensi pertumbuhan positif.

{{caption}}
Kinerja Perbankan Nasional Kuat: Himbara Jadi Motor Penggerak di Tengah Volatilitas Global

Di tengah tekanan ekonomi global, Kinerja Perbankan Nasional, khususnya Himbara, menunjukkan fundamental yang kokoh. Simak bagaimana bank-bank BUMN menjaga pertumbuhan dan profitabilitasnya serta prospek positif di tahun 2026.

{{caption}}
Premi Askrindo Tembus Rp1,16 Triliun di Triwulan I 2026, Laba Melesat 77 Persen

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil membukukan **premi Askrindo** sebesar Rp1,16 triliun pada triwulan I 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan 10% yoy dan laba melesat 77%.

{{caption}}
Terungkap! Ternyata Ada 19 Perusahaan Asuransi Belum Penuhi Relaksasi Ekuitas Minimum Asuransi, AAUI Minta Keringanan OJK

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengajukan permohonan relaksasi ekuitas minimum asuransi kepada OJK, menyusul proyeksi 19 perusahaan asuransi umum belum mampu memenuhi ketentuan hingga 2026.