OJK Sebut Pasar Saham Syariah Terus Menguat
Kapitalisasi pasar saham syariah tercatat mencapai sekitar Rp 7.225 triliun atau tumbuh lebih dari 5 persen secara tahunan.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Henry Rialdi mengatakan hingga akhir April 2026, kapitalisasi pasar saham syariah tercatat mencapai sekitar Rp 7.225 triliun atau tumbuh lebih dari 5 persen secara tahunan.
"Ini mewakili hampir 70 persen dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia," kata dia dalam Elevate: IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Transformasi pasar modal syariah, lanjut Henry, terjadi sangat signifikan dalam 15 tahun terakhir. Namun, saat ini, fakta menunjukkan cerita yang berbeda.
Pasar modal syariah telah bertransformasi menjadi ekosistem yang solid dengan basis investor yang tumbuh tidak hanya dalam kuantitas tetapi juga dalam kualitas.
"15 tahun yang lalu, banyak yang memandang pasar modal syariah hanya sebagai segmen alternatif, pasar khusus yang tumbuh secara bertahap," ujarnya.
Saham Syariah Terus Menguat
Selain dari sisi kapitalisasi pasar, kinerja indeks saham syariah juga mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga akhir April 2026, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan.
"Dari segi kinerja, Indeks Saham Syariah Indonesia mencatat peningkatan sekitar 17 persen secara tahunan pada akhir April 2026," ujarnya.
Aktivitas perdagangan saham syariah juga melonjak tajam. Nilai transaksi rata-rata saham syariah mencapai Rp 16,4 triliun atau meningkat sekitar 147 persen dibandingkan April 2025.
Sementara itu, volume perdagangan rata-rata saham syariah mencapai 30,8 miliar saham. Angka tersebut setara dengan sekitar 67,8 persen dari total volume perdagangan rata-rata di seluruh pasar saham Indonesia.