BEI: Jumlah Saham Syariah RI Naik 70%, Kapitalisasi Sentuh USD 399 Miliar
Menurut BEI perkembangan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri pasar modal Islam global.
Pasar modal Syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam 15 tahun terakhir, baik dari sisi jumlah saham Syariah, kapitalisasi pasar, hingga basis investor.
Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E. Rustam, menyebut perkembangan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri pasar modal Islam global.
Hingga 13 Mei 2026, jumlah saham yang sesuai prinsip Syariah meningkat dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham. Angka tersebut mewakili sekitar 70% dari seluruh perusahaan tercatat di BEI.
“Selama 15 tahun terakhir, pasar modal Syariah Indonesia terus tumbuh dengan stabil, hingga 13 Mei 2026, pertumbuhan saham yang sesuai Syariah telah meningkat dari 237 pada tahun 2011 menjadi 673 saat ini, mewakili 70% dari semua perusahaan yang terdaftar,” kata Risa dalam Elevate: IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kinerja ISSI Terus Menguat
Risa menjelaskan, pertumbuhan pasar modal Syariah Indonesia tercermin dari kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (SSI) yang terus menguat dalam jangka panjang. Berdasarkan data kinerja selama 15 tahun, ISSI bahkan menempati peringkat keempat di antara indeks Syariah global utama dengan tingkat pengembalian mencapai 94%.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan instrumen investasi Syariah di Indonesia semakin kompetitif dan mampu menarik minat investor, baik domestik maupun internasional. Kondisi itu juga didukung oleh semakin banyaknya emiten yang memenuhi prinsip Syariah.
Selain pertumbuhan jumlah saham, kapitalisasi pasar ISSI juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga pertengahan Mei 2026, nilai kapitalisasi pasar ISSI mencapai USD 399 miliar, mencerminkan perkembangan pasar modal Syariah yang semakin matang dan berdaya saing.
“Selama periode yang sama, kapitalisasi pasar ISSI tumbuh secara signifikan, mencapai USD 399 miliar pada 13 Mei 2026, mewakili peningkatan sebesar 255%,” ujarnya.
Indonesia Raih Pengakuan Global Pasar Modal Islam
Di tingkat internasional, kata Risa, pasar modal Syariah Indonesia juga terus memperoleh pengakuan global. Pada 2025, BEI kembali menerima penghargaan dari Global Islamic Finance Award (GIFA) melalui GIFA Championship Award untuk kategori Pasar Modal Islam 2025.
Penghargaan tersebut menjadi penghargaan kedelapan yang diterima BEI dari GIFA sejak 2016. Sebelumnya, Indonesia juga secara konsisten dinobatkan sebagai pasar modal Islam terbaik dunia pada periode 2019 hingga 2022.
Menurut Risa, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan ekosistem Syariah yang terintegrasi, mulai dari perdagangan, kliring, penyelesaian transaksi, hingga mekanisme perlindungan investasi yang sesuai prinsip Syariah.
“Pada tahun 2025, pasar kami sekali lagi menerima pengakuan internasional dari Global Islamic Finance Award, atau GIFA, dengan memenangkan GIFA's Championship Award untuk Pasar Modal Islam 2025. Ini menandai penghargaan kedelapan yang diterima IDX dari GIFA sejak tahun 2016,” pungkasnya.