Negara Ini Beri Diskon Pajak BBM untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Energi
Mekanisme diskon ini mulai diberlakukan ketika harga bahan bakar meningkat lebih dari 10 sen euro per liter.
Mulai hari Senin besok, Portugal akan menerapkan diskon baru pada pajak cukai bahan bakar minyak alias BBM. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga energi yang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah.
Dalam keterangan resmi pemerintah setempat, diskon yang diterapkan pada pajak bahan bakar ISP ini mencapai 4,58 sen euro (setara dengan Rp19.568) per liter untuk bensin tanpa timbal dan 8,34 sen euro per liter untuk solar.
Mekanisme diskon ini mulai diberlakukan ketika harga bahan bakar meningkat lebih dari 10 sen euro per liter dibandingkan dengan tingkat yang tercatat selama pekan acuan 2-6 Maret. Sejak saat itu, pemerintah secara rutin menyesuaikan diskon setiap pekan untuk mengimbangi kenaikan harga yang terus terakumulasi.
Selain itu, Portugal juga telah menerapkan langkah serupa pada tahun 2022, ketika mekanisme penyesuaian ISP mingguan diperkenalkan untuk meredam dampak lonjakan harga bahan bakar akibat konflik antara Rusia dan Ukraina.
Harga energi di seluruh Eropa terus mengalami kenaikan di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, dan pemerintah negara-negara Eropa lainnya juga telah mengadopsi berbagai langkah untuk mengatasi dampak dari peningkatan biaya energi ini.
26 Warga Negara dari Kawasan Asia Meninggal Dunia
Menurut laporan Anadolu, setidaknya 26 orang dari berbagai negara di Asia telah tewas atau hilang sejak dimulainya konflik. Di antara mereka, terdapat sembilan orang dari India (satu di antaranya hilang), empat dari Bangladesh, empat dari Pakistan, serta masing-masing satu dari China, Nepal, dan Filipina.
Selain itu, tiga orang dari Indonesia dan tiga orang dari Thailand juga dilaporkan hilang di perairan sekitar Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah meminta kepada aparatur sipil negara untuk bekerja dari rumah sebagai respons terhadap krisis energi yang sedang berlangsung. Sementara itu, di Malaysia, pegawai negeri yang tinggal lebih dari 8 kilometer dari kantor akan melaksanakan pekerjaan dari rumah selama tiga hari dalam seminggu, mulai tanggal 15 April, seperti yang dilaporkan oleh Free Malaysia Today.