Kementerian ESDM Percepat Pemulihan Listrik dan BBM di Sumatera Pasca Bencana
Kementerian ESDM bergerak cepat dalam upaya Pemulihan Listrik BBM Sumatera pasca banjir dan longsor. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat kembali normal.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah cepat untuk memulihkan pasokan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan menyusul gangguan infrastruktur energi krusial akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi dan aktivitas dapat kembali normal.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara langsung menginstruksikan PT PLN (Persero) agar segera menormalkan kembali aliran listrik bagi warga terdampak. Pengiriman tiang listrik vital bahkan telah dilakukan menggunakan pesawat Hercules sejak Jumat dini hari. Ini menunjukkan keseriusan serta respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana alam yang melumpuhkan.
Selain listrik, Wakil Menteri ESDM Yuliot juga memastikan PT Pertamina (Persero) terus mendistribusikan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih beroperasi. Meskipun akses jalan terputus akibat longsor dan jembatan rusak, pasokan energi tetap menjadi prioritas utama. Tim siaga bencana sektor energi juga disiapkan untuk membantu percepatan pemulihan di lapangan.
Percepatan Pemulihan Listrik di Wilayah Terdampak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan listrik di daerah bencana. "Semalam (Kamis, 27/11) listrik sempat mati, saya koordinasi terus sama PLN," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11). Koordinasi intensif antara kementerian dan BUMN energi ini menjadi kunci utama dalam respons darurat.
Untuk mengatasi kendala logistik yang sulit, pengiriman tiang listrik vital dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat militer. "Sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules. Subuh (Jumat, 28/11), sebagian sudah masuk dan sekarang mulai pemasangan," jelas Bahlil. Langkah darurat ini sangat membantu percepatan Pemulihan Listrik BBM Sumatera yang terganggu.
Bahlil menambahkan bahwa kondisi jalan yang terputus total menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. "Jalan di sana putus, jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala," katanya. Prioritas utama adalah mengembalikan penerangan serta akses energi bagi masyarakat yang terdampak parah.
Penjaminan Distribusi BBM di Tengah Kendala Akses
Di sisi pasokan BBM, Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan ketersediaan bahan bakar tetap terjaga di tengah kondisi sulit. PT Pertamina (Persero) diinstruksikan untuk melanjutkan distribusi ke SPBU yang masih dapat beroperasi. Upaya ini sangat penting untuk menjaga mobilitas serta aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan.
Yuliot mengakui tantangan besar akibat kerusakan infrastruktur jalan yang parah. "Untuk ketersediaan BBM, ini kan banyak jalan yang longsor, banyak jembatan yang putus juga," ujarnya. Namun, upaya maksimal terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk menemukan jalur alternatif distribusi.
Kami memastikan SPBU yang masih beroperasi dan dapat dilayani akan tetap didistribusikan oleh PT Pertamina Patra Niaga," tambah Yuliot. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan Pemulihan Listrik BBM Sumatera berjalan optimal dan merata.
Kementerian ESDM juga telah membentuk tim siaga bencana khusus sektor energi dan sumber daya mineral. Tim ini akan berperan aktif dalam membantu percepatan pemulihan di berbagai daerah yang terdampak bencana. "Insya Allah kita akan lakukan pemulihan secara cepat ya. Pasti, saya pastikan akan turunkan (bantuan)," tutup Bahlil, menegaskan dukungan penuh dari kementerian.
Sumber: AntaraNews