Bahlil Sebut Pasokan BBM dan LPG ke Aceh Masih Andalkan Helikopter dan Hercules
Ia mengaku pendistribusian BBM dan LPG ke sebagian wilayah di Aceh terkendala akibat keterbatasan akses darat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi terkini di Aceh pasca banjir Sumatra.
Ia mengaku pendistribusian BBM dan LPG ke sebagian wilayah di Aceh terkendala akibat keterbatasan akses darat.
Sehingga proses pengiriman dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules. Pasalnya, menurut laporan dari PT Pertamina, jalur darat menuju sebagian wilayah di Aceh masih belum dapat dilalui secara maksimal.
"Jadi dropping kita LPG dan BBM masih kita pakai sebagian pakai pesawat," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12).
Proses pendistribusian BBM dan LPG lain hal dengan di Sumatra Barat. Menurut Bahlil, kondisi di sana saat ini relatif sudah jauh lebih baik, terkecuali di Kabupaten Agam.
"Kemudian di Sumatera (Utara), yang tadinya kita ambil dari beberapa tempat seperti di Dumai, ini sekarang kita ambil dari Sumbar untuk LPG dan BBM, tapi bisa terurai sekarang," ungkap Bahlil.
Aceh Masih Terkendala Suplai Listrik
Di sisi lain, Bahlil mengakui pasokan listrik di sejumlah wilayah di Aceh masih terkendala selama tiga pekan. Suplai listrik untuk empat kabupaten di provinsi tersebut belum bisa 100 persen.
"Perlu saya sampaikan bahwa ada beberapa kendala hampir 3 minggu untuk urusan listrik di wilayah Sumatra. Di Aceh ada 4 kabupaten yang masih nyalanya di bawah 50 persen. Kabupaten apa itu, Aceh Tamiang, Benar Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah," terang dia.
Pembangkit Belum Tersuplai Penuh
Bahlil mengatakan, itu terjadi bukan karena mesin listriknya, tetapi gara-gara pembangkit alias power plant yang belum bisa tersuplai penuh.
"Tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah. Ada sebagian jalan yang baru selesai, ada sebagian daerah yang masih banjir," ungkap dia.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan, itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana," tambahnya.
Keempat wilayah tersebut masih dilakukan pemadaman bergilir. Lantaran infrastruktur jaringan dan tower listrik yang belum bisa dibangun kembali.
"Ada yang sudah dibangun, jatuh lagi," ungkap dia.