Upaya Pemulihan Listrik Aceh Pasca Bencana: 224 Desa Masih Gelap, Kementerian ESDM Kirim Ribuan Genset

Sebanyak 224 desa di Aceh masih gelap gulita pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. Kementerian ESDM bergerak cepat mengirimkan bantuan ribuan genset untuk pemulihan Listrik Aceh Pasca Bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Upaya Pemulihan Listrik Aceh Pasca Bencana: 224 Desa Masih Gelap, Kementerian ESDM Kirim Ribuan Genset
Sebanyak 224 desa di Aceh masih gelap gulita pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. Kementerian ESDM bergerak cepat mengirimkan bantuan ribuan genset untuk pemulihan Listrik Aceh Pasca Bencana. (AntaraNews)

Sebanyak 224 desa di Provinsi Aceh hingga saat ini belum teraliri listrik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada penghujung November lalu. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pentingnya akses energi bagi pemulihan masyarakat terdampak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan langsung informasi mengenai situasi kelistrikan di Aceh ini.

Bahlil menjelaskan bahwa desa-desa yang belum mendapatkan pasokan listrik tersebut tersebar di sekitar 10 kabupaten. Beberapa di antaranya adalah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, di mana infrastruktur masih dalam proses perbaikan. Pemerintah melalui Kementerian ESDM berupaya keras untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang terdampak bencana.

Sebagai respons cepat, Kementerian ESDM telah mengirimkan bantuan berupa seribu unit genset serta 3 ribu unit kompor gas untuk warga di wilayah Aceh dan Sumatera yang terdampak bencana banjir. Bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar energi masyarakat dapat terpenuhi selama proses pemulihan infrastruktur kelistrikan.

Kondisi Kelistrikan dan Dampak Bencana di Aceh

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di berbagai wilayah Aceh. Akibatnya, ratusan desa masih menghadapi tantangan serius terkait pasokan listrik. Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa 224 desa di Provinsi Aceh masih belum teraliri listrik.

Desa-desa yang terdampak ini sebagian besar berada di daerah yang infrastrukturnya mengalami kerusakan parah, seperti di Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Pemulihan infrastruktur di lokasi-lokasi tersebut membutuhkan waktu dan upaya yang tidak sedikit. Ketersediaan listrik sangat krusial untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan proses rehabilitasi pasca bencana.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero), untuk mempercepat upaya perbaikan dan penyaluran listrik. Fokus utama adalah memastikan bahwa warga terdampak dapat segera merasakan kembali akses energi yang stabil dan memadai. Upaya ini juga mencakup penilaian kerusakan dan perencanaan jangka panjang untuk ketahanan energi di masa depan.

Distribusi Bantuan Genset dan Kompor Gas

Dalam rangka mempercepat pemulihan energi, Kementerian ESDM telah mengambil langkah konkret dengan mengirimkan bantuan masif. Sebanyak seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata 5–7 kVA telah dikirimkan sebagai tahap pertama bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik.

Pengiriman genset dilakukan menggunakan lima pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), menunjukkan skala dan urgensi bantuan ini. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi menyatakan bahwa setiap pesawat mengangkut 200 genset. Dua pesawat mendarat di Lhokseumawe, dua di Rembele, dan satu di Banda Aceh, memastikan distribusi yang merata di wilayah terdampak.

Selain genset, Kementerian ESDM juga mendistribusikan 3 ribu unit kompor gas. Bantuan kompor gas ini ditujukan untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan memasak, terutama di daerah yang pasokan gas atau bahan bakar lain terganggu akibat bencana. Kombinasi bantuan genset dan kompor gas diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

Komitmen Pemerintah dalam Pemulihan Energi

Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengiriman seribu genset ini hanyalah tahap awal dari serangkaian intervensi yang akan dilakukan oleh Kementerian ESDM. Ia menyatakan bahwa selama infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut belum pulih sepenuhnya, Kementerian ESDM akan terus memberikan bantuan, termasuk pengiriman genset tambahan jika diperlukan.

Untuk memastikan operasional genset berjalan lancar, Kementerian ESDM telah membentuk tim terpadu dengan Pertamina Patra Niaga. Tim ini bertanggung jawab untuk memasok bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan oleh genset-genset tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antarlembaga pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana.

Bahlil menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan negara dalam melayani masyarakat. Tujuannya adalah agar warga yang terkena musibah dapat segera merasakan pelayanan negara, khususnya di sektor energi, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi