PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir, Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan
PT PLN UID Aceh memberlakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan pasca gangguan transmisi akibat cuaca ekstrem.
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh saat ini tengah memberlakukan pemadaman bergilir di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di tengah proses pemulihan. Pemadaman ini merupakan bagian dari manajemen beban yang terukur untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil.
Manajer Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan menyusul gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo - Sungai Rumbai. Gangguan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, mempengaruhi sistem kelistrikan Sumatra secara keseluruhan. PLN berkomitmen untuk menormalkan kembali kondisi kelistrikan secepatnya.
Penormalan pasokan listrik untuk seluruh wilayah Aceh akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan progres pemulihan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi terbaru melalui saluran resmi PLN. Tim di lapangan terus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan listrik sepenuhnya.
Penyebab dan Upaya Pemulihan Pemadaman Bergilir PLN Aceh
Pemadaman bergilir yang diterapkan oleh PT PLN UID Aceh merupakan respons terhadap gangguan serius pada sistem transmisi kelistrikan Sumatra. Gangguan ini spesifik terjadi pada jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo - Sungai Rumbai di Jambi. Cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab kerusakan infrastruktur vital tersebut, yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB.
Lukman Hakim menegaskan bahwa manajemen beban adalah strategi yang dipilih untuk menjaga stabilitas sistem. Dengan melakukan pemadaman secara terukur, PLN berupaya mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan. Ini sekaligus mempercepat proses pemulihan kelistrikan di seluruh wilayah yang terdampak secara bertahap.
Tim teknis PLN saat ini fokus pada perbaikan dan penormalan transmisi yang mengalami gangguan. General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan bahwa dari total 21 Gardu Induk (GI) di Aceh, 19 di antaranya telah bertegangan dan 17 GI sudah kembali beroperasi dengan total suplai beban mencapai 283 MW. Proses ini memerlukan waktu dan ketelitian untuk memastikan semua komponen berfungsi optimal.
Dampak dan Imbauan kepada Masyarakat Terkait Pemadaman Bergilir PLN Aceh
Dampak dari gangguan transmisi ini dirasakan oleh sejumlah pelanggan di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Meskipun demikian, PLN berupaya meminimalkan durasi dan cakupan pemadaman. Penjadwalan pemadaman bergilir dirancang agar tidak membebani satu wilayah secara terus-menerus.
PLN mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Informasi mengenai jadwal dan perkembangan pemadaman dapat diakses dengan mudah. Aplikasi PLN Mobile serta Contact Center PLN 123 menjadi kanal utama penyampaian informasi terkini.
Lukman Hakim juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Kerjasama dan pengertian dari publik sangat membantu tim PLN dalam menjalankan tugasnya. PLN memastikan bahwa setiap upaya dilakukan untuk mengembalikan kondisi normal secepat mungkin.
Sumber: AntaraNews