Keluarga Affan Kurniawan Dapat Jaminan Sosial Rp70 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Affan Kurniawan merupakan seorang driver ojol korban kecelakaan akibat dilindas kendaraan barracuda Brimob.
Keluarga almarhum Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang menjadi korban kecelakaan akibat dilindas kendaraan barracuda Brimob, telah menerima jaminan sosial sebesar Rp70 juta dari BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menjelaskan bahwa Affan Kurniawan adalah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan selama hidupnya.
“Almarhum merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentu santunan yang diterima tidak akan sanggup menggantikan sosok almarhum. Dan saat ini, kami memastikan seluruh hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut segera diterima oleh keluarga,” kata Pramudya dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Sabtu (30/8).
Dia berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan memberikan kekuatan serta keikhlasan dalam menghadapi masa sulit ini.
Jumlah total santunan yang diterima oleh ahli waris almarhum mencapai Rp70 juta. Santunan ini terdiri dari Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia sebesar Rp 48 juta, Santunan Berkala senilai Rp 12 juta, dan Biaya Pemakaman yang mencapai Rp 10 juta.
Affan Kurniawan Mitra Aktif Ojol
Berdasarkan informasi resmi dari GoTo Group, almarhum masih terdaftar sebagai mitra aktif dan sedang dalam status on bid atau menunggu pesanan saat musibah terjadi. Aktivitas terakhir yang tercatat adalah pada pukul 19.40 WIB, ketika beliau menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah.
Pramudya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kami, keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, almarhum Affan Kurniawan. Beliau adalah pejuang nafkah, yang meninggalkan rumah dengan niat tulus mencari rezeki bagi keluarga. Kehilangan ini tentu berat dan menjadi luka bagi kita semua," tutur Pramudya.
Prabowo Kunjungi Rumah Duka
Pada Jumat (30/8) malam, Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi pada 28 Agustus 2025.
Prabowo tiba di kediaman Affan yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 21.16 WIB. Setibanya di sana, beliau langsung bertemu dengan orang tua Affan dan memberikan salam serta pelukan kepada ayahnya.
"Turut berbelasungkawa ya," ucap Prabowo.
Setelah memberikan penghormatan kepada ayahnya, Prabowo kemudian menyalami ibu Affan yang terlihat sangat berduka atas kehilangan anaknya.
Sang ibu tidak dapat menahan air matanya saat berbicara tentang tragedi yang menimpa anaknya.
"Baik-baik ya Bu," kata Prabowo.
Setelah berbincang dengan kedua orang tua Affan, Prabowo meninggalkan rumah duka didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, serta Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Di kesempatan lain, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan yang terlibat dalam aksi demonstrasi. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan jaminan kehidupan bagi keluarga Affan dan memberikan perhatian khusus kepada orang tuanya serta saudara-saudaranya.
"Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya," kata Prabowo dalam sebuah pernyataan pers yang disampaikan melalui video pada hari Jumat.
Prabowo mengungkapkan rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam terhadap kejadian tersebut. Ia juga telah menginstruksikan agar kasus Affan Kurniawan diselidiki dengan serius dan transparan.
"Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan, saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan," ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo menegaskan pentingnya penegakan hukum bagi petugas yang bertindak di luar batas kewajaran.
"Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab; seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," jelas Prabowo.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi menciptakan kerusuhan di Indonesia. Prabowo mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan kesempatan kepada kelompok yang berniat membuat huru-hara.
"Kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan," tegasnya. Dengan demikian, ia berharap masyarakat dapat bersatu dan menjaga ketertiban demi keamanan bersama.