Fakta Mengejutkan: Presiden Prabowo Tegas Tindak Aparat Berlebihan yang Tewaskan Ojol Saat Bekerja
Presiden Prabowo Subianto menanggapi serius insiden tewasnya pengemudi ojol akibat tindakan aparat berlebihan. Apa langkah tegas yang diambil pemerintah?
Insiden tragis mengguncang Jakarta pada Kamis malam (28/8) saat seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia. Korban tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob Polri di tengah bentrokan antara polisi dan massa demonstran. Affan, yang saat itu sedang bekerja mengantarkan makanan, bukan bagian dari massa aksi unjuk rasa.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Presiden menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang berlebihan dalam menangani situasi. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas oknum yang melampaui batas kewenangan.
Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal, tujuh polisi yang berada di dalam Barracuda tersebut telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Presiden Prabowo kemudian melayat ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa, serta memberikan perhatian khusus dan bantuan kepada keluarga almarhum Affan.
Tindakan Tegas Presiden Prabowo Terhadap Aparat Berlebihan
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah jelas. Presiden meminta aparat penegak hukum yang bertindak berlebihan saat menangani aksi massa unjuk rasa harus segera ditindak tegas. Pernyataan ini disampaikan Riza setelah Presiden Prabowo bertakziah ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan.
Presiden Prabowo pada Jumat siang mengeluarkan pernyataan resmi yang menunjukkan keprihatinannya mendalam. "Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini," kata Presiden. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga korban serta memberikan perhatian khusus kepada orang tua, adik-adik, dan kakak-kakak Affan.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan kekecewaan atas insiden tersebut. "Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan," tegasnya. Presiden telah memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan kasus ini, memastikan pelaku yang melindas Affan hingga meninggal dunia bertanggung jawab penuh.
Dukungan dan Bantuan Pemerintah untuk Keluarga Korban
Sebagai bentuk empati dan dukungan, Presiden Prabowo melayat langsung ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan pada Jumat malam pukul 21.50 WIB. Di rumah kontrakan seluas 3x11 meter yang dihuni oleh almarhum dan enam anggota keluarga lainnya, Presiden menyampaikan belasungkawa secara langsung. Beliau juga mendengarkan luapan kekecewaan, keluhan, dan keinginan dari keluarga korban.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan bantuan signifikan kepada keluarga Affan. Bantuan tersebut berupa sebuah rumah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bantuan ini diberikan untuk keluarga Affan yang selama ini masih mengontrak, sekaligus mewujudkan cita-cita Affan semasa hidupnya untuk membelikan rumah bagi ibundanya, Herlina.
Penyerahan bantuan rumah tersebut telah dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait kepada keluarga Affan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian dan jaminan masa depan bagi keluarga korban. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas aparat dalam menjalankan tugasnya.
Berikut adalah poin-poin penting terkait penanganan kasus ini:
- Beberapa jam setelah Affan meninggal, tujuh polisi yang berada di dalam rantis Barracuda Brimob ditangkap dan ditahan.
- Ketujuh polisi tersebut menjalani pemeriksaan intensif sejak Kamis malam hingga Jumat (29/8).
- Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan memakai baju tahanan.
- Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Sumber: AntaraNews