Menteri Ajak Doa Bersama untuk Pengemudi Ojol Meninggal, Terungkap Fakta Tragedi di Tengah Protes
Seorang pengemudi ojol meninggal dunia dalam insiden tragis saat protes. Menteri Transmigrasi mengajak doa bersama, sementara pihak berwenang berjanji usut tuntas. Apa yang sebenarnya terjadi?
Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden tragis. Ia ditabrak oleh kendaraan taktis polisi saat pembubaran massa aksi protes yang berlangsung pada Kamis malam di Jakarta.
Kabar duka ini segera mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Beliau secara khusus mengajak seluruh peserta Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Kawasan Transmigrasi 2025 untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan.
Insiden memilukan ini tidak hanya memicu keprihatinan publik, tetapi juga mendorong respons cepat dari pemerintah dan kepolisian. Pihak berwenang telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan mengusut tuntas penyebab kematian pengemudi ojol tersebut.
Tanggapan Pemerintah dan Ajakan Doa Bersama untuk Korban Meninggal
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memimpin momen doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ajakan ini disampaikan di tengah acara Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Kawasan Transmigrasi 2025, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pengemudi ojol meninggal ini.
Beliau mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Presiden Prabowo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh emosi yang mungkin timbul akibat insiden tragis ini.
Selain mendoakan Affan, Menteri Iftitah juga mengajak seluruh hadirin untuk berdoa bagi persatuan dan stabilitas bangsa. Harapannya, Indonesia dapat terus bersatu dan melanjutkan upaya pembangunan ke arah yang lebih baik, tanpa terpecah belah oleh insiden seperti ini.
Penyelidikan Transparan dan Permintaan Maaf Pihak Kepolisian
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Beliau mengunjungi keluarga Affan Kurniawan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Jumat pagi, menunjukkan empati atas tragedi pengemudi ojol ini.
Kapolri menyatakan belasungkawa mendalam atas insiden tragis yang menimpa Affan dan berjanji akan membantu sepenuhnya proses pemakaman. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat di lingkungan korban untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan.
Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, melalui Kepala Divisi Irjen Abdul Karim, memastikan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis saat kejadian telah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Kronologi Insiden Tragis yang Menimpa Pengemudi Ojol
Insiden yang menewaskan Affan Kurniawan terjadi saat upaya pembubaran massa protes oleh aparat keamanan. Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kendaraan taktis Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri menabrak dan melindas seorang pengemudi ojol yang mengenakan jaket hijau.
Korban kemudian dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, setelah sebelumnya diduga terlindas oleh kendaraan tersebut. Kendaraan lapis baja itu disebut-sebut langsung melaju pergi setelah kejadian, meninggalkan korban di lokasi.
Peristiwa ini memicu reaksi publik yang kuat dan menjadi sorotan utama di berbagai media. Presiden Prabowo sendiri telah menginstruksikan pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap semua fakta di balik insiden tragis yang menimpa pengemudi ojol meninggal ini.
Sumber: AntaraNews