Gejolak Demo Tekan Pasar, IHSG Diprediksi Turun 3 Persen
Jika situasi politik tidak segera mereda, IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga 3 persen.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan, jika situasi politik tidak segera mereda, IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga 3 persen.
Tak bisa dimungkiri, selain faktor eksternal, seperti ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, namun kondisi domestik bisa mempengaruhi optimisme pasar harga saham gabungan.
"Ada kemungkinan besar bahwa penurunan untuk indeks harga saham gabungan kemungkinan besar akan dipatok di 3 persen kalau saya melihat dengan kondisi yang kejadian tadi malam," kata Ibrahim dalam paparannya, Jumat (29/8).
Adapun IHSG telah terkoreksi 2 persen pelemahannya, sejalan dengan tekanan yang terjadi pada rupiah. Ia menilai pelemahan ini dipicu oleh gejolak politik dalam negeri yang kian memanas.
Aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (28/8) membuat pelaku pasar mengambil sikap hati-hati.
Insiden ketika kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi ojek online semakin memperkeruh situasi, sehingga sentimen negatif kian dominan. Menurut Ibrahim, pasar saham sangat peka terhadap stabilitas politik.
"Ya ini yang membuat sedikit memanas pasar baik rupiah maupun indeks harga saham gabungan yang kita tahu bahwa kejadian tadi malam ini benar-benar membuat masyarakat, kemudian mahasiswa dan pelajar ini sedikit memanas," ujarnya.
Cari Aman
Tekanan pada IHSG direspons investor dengan mengalihkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman. Data menunjukkan, minat terhadap emas global maupun emas batangan domestik semakin meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Harga emas dunia yang menembus USD 3.423 per troy ons menjadi daya tarik utama. Sementara di dalam negeri, harga emas diproyeksikan mendekati Rp 2.000.000 per gram dalam waktu dekat.
"Nah, kita melihat bahwa logam mulia pun juga mengalami kenaikan ya apalagi bersamaan dengan melemahnya rupiah bisa saja logam mulia ini akan mendekati Rp 2.000.000 dan di akhir tahun logam mulia di level Rp 2.150.000 kemungkinan besar itu akan tercapai," ujarnya.
Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Mobil Rantis
Seorang pengemudi ojek online terlindas kendaraan taktis (Rantis) Barracuda Brimob Polri. Insiden itu terjadi imbas kericuhan demo DPR, Kamis (28/8) malam.
Kabbagrenmin Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Jemmy Yudanindra meminta maaf atas insiden tersebut. Ia berjanji akan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
"Perwakilan atas sama pimpinan, saya izin mohon maaf. Apabila itu memang sudah terjadi, itu tidak bisa kita hindari. Kami bertanggungjawab, pimpinan bertanggungjawab," kata Jemmy di depan massa yang meminta penjelasan atas insiden tersebut.
Ia memastikan saat ini tengah memeriksa personel yang mengendarai mobil rantis tersebut.