Fakta Unik Investigasi KNKT: Kemenhub Dukung Penuh Penyelidikan Heli Jatuh Kalsel
Kementerian Perhubungan menegaskan dukungan penuh terhadap investigasi KNKT untuk mengungkap penyebab heli jatuh Kalsel. Apa saja langkah krusial yang diambil demi keselamatan penerbangan nasional?
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan dukungan penuh terhadap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dukungan ini diberikan dalam upaya mengungkap penyebab jatuhnya helikopter BK117 D3 milik Estindo Air di wilayah Kalimantan Selatan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, di Jakarta pada Kamis (5/9). Beliau menekankan bahwa investigasi yang komprehensif sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai insiden tragis ini.
Tujuan utama dari investigasi ini adalah untuk menjadikan hasilnya sebagai pijakan kuat dalam peningkatan standar keselamatan penerbangan nasional, khususnya pada transportasi udara berbasis helikopter. Hasil penyelidikan diharapkan menjadi masukan berharga bagi perbaikan regulasi dan pengawasan di masa mendatang.
Pentingnya Investigasi Menyeluruh untuk Keselamatan Penerbangan
Dukungan Kemenhub terhadap investigasi KNKT bukan tanpa alasan. Menurut Lukman F. Laisa, proses investigasi yang menyeluruh sangat krusial untuk mengungkap setiap detail penyebab insiden. Hal ini penting agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari dan standar keselamatan penerbangan dapat terus ditingkatkan.
Selain mendukung investigasi, Kemenhub juga menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat pengawasan serta pelaksanaan regulasi keselamatan penerbangan. Fokus utama adalah pada helikopter yang beroperasi di wilayah dengan kondisi geografis sulit dan tantangan alam ekstrem, seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan peningkatan kualitas keselamatan penerbangan di Indonesia,” ujar Lukman. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Kronologi dan Identifikasi Korban Heli BK117 D3
Musibah yang menimpa helikopter BK117-D3 (H145) dengan registrasi PK-RGH milik PT. Eastindo Air ini terjadi setelah dinyatakan hilang kontak (lost contact) pada Senin (1/9), sekitar pukul 09.00–10.00 WITA. Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh pihak terkait.
Helikopter tersebut akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Darat pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.00 WITA. Lokasi jatuhnya heli berada di kawasan hutan Desa Emil Baru, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebuah area yang dikenal dengan medan yang menantang.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Lukman F. Laisa juga menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga kru dan penumpang yang menjadi korban. “Semoga para almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Lukman.
Delapan korban telah dikonfirmasi meninggal dunia dalam musibah ini, terdiri dari:
- Capt. Haryanto (Pilot in Command) – Warga Negara Indonesia
- Engineer Hendra (Crew) – Warga Negara Indonesia
- Yudi Febrian (Penumpang) – Warga Negara Indonesia
- Andys Rissa Pasulu (Penumpang) – Warga Negara Indonesia
- Iboy Irfan Rosa (Penumpang) – Warga Negara Indonesia
- Mark Werren (Penumpang) – Warga Negara Asing (Australia)
- Santhakumar Prabhakaran (Penumpang) – Warga Negara Asing (India)
- Claudinei Pereira Quinto (Penumpang) – Warga Negara Asing (Brasil)
Sumber: AntaraNews