Fakta Evakuasi 31 Jam: Bupati Tanah Bumbu Serahkan 8 Jasad Korban Heli Jatuh kepada Basarnas
Bupati Tanah Bumbu serahkan 8 jasad korban heli jatuh kepada Basarnas setelah evakuasi dramatis selama 31 jam. Bagaimana proses Evakuasi Korban Heli Jatuh ini berlangsung?
Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjadi saksi bisu proses evakuasi dramatis delapan jasad korban kecelakaan Helikopter BK117 D3 milik Estindo Air. Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, secara resmi menyerahkan seluruh jasad tersebut kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Kamis malam, 4 September, sekitar pukul 22.30 WITA.
Penyerahan ini menandai berakhirnya operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung intens selama kurang lebih 31 jam. Helikopter nahas itu ditemukan pada Rabu, 3 September, sekitar pukul 14.45 WITA, setelah jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu.
Peristiwa ini melibatkan kerja sama erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta potensi SAR lainnya. Upaya Evakuasi Korban Heli Jatuh ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menghadapi kondisi darurat.
Proses Evakuasi Dramatis dan Penyerahan Jasad
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menerima delapan jasad korban dari Bupati Andi Rudi Latif. Proses evakuasi ini dimulai sejak bangkai helikopter ditemukan di titik koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, yang berjarak sekitar 700 meter dari titik koordinat awal yang diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Selama masa pencarian dan evakuasi, Bupati Tanah Bumbu membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Cepat. Satgas ini dibekali dengan peralatan dan logistik yang memadai untuk membantu Tim SAR gabungan di lapangan. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR, bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi seluruh korban. On Scene Commander (OSC) mengerahkan seluruh SRU (Search and Rescue Unit) darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses Evakuasi Korban Heli Jatuh hingga akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada malam hari, sekitar pukul 21.50 WITA.
Apresiasi dan Langkah Selanjutnya
Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan seluruh unsur SAR gabungan. “Basarnas sangat mengucapkan terima kasih banyak tak terhingga atas dukungan pemerintah daerah melalui kerja sama yang solid,” ujar Yudhi.
Menurut Yudhi, bantuan dari semua pihak ini sangat membantu Basarnas dalam menjalankan tanggung jawab penyelamatan dan bantuan atas kecelakaan helikopter tersebut. Meskipun beberapa bagian jasad tidak utuh, seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Setelah penyerahan jasad, pada pukul 22.30 WITA, petugas mulai meninggalkan lokasi kejadian. Seluruh jasad diangkut menggunakan lima ambulans yang dikawal oleh mobil patwal menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin. Tahap berikutnya adalah proses identifikasi seluruh jasad korban untuk memastikan identitas mereka.
Sumber: AntaraNews