Bangkai Helikopter BK117 D3 yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak akhirnya ditemukan di hutan Gunung Belumutan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Penemuan ini terjadi pada Rabu, 4 September, sekitar pukul 14.45 WITA, setelah upaya pencarian intensif. Tim Anggrek 1 Cabang Nangka, yang dipimpin oleh Remisor, menjadi saksi mata pertama yang menemukan serpihan fisik helikopter tersebut.
Tim pencari memulai perjalanan pada Rabu dini hari, sekitar pukul 05.00 WITA, menembus medan hutan yang menanjak dan menurun. Mereka berpegang pada titik koordinat yang diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meskipun ada informasi simpang siur. Keuletan tim ini akhirnya membuahkan hasil signifikan dalam pencarian.
Helikopter milik Estindo Air ini dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 1 September, sekitar pukul 08.54 WITA, di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran melibatkan berbagai pihak. Penemuan bangkai helikopter menjadi titik terang penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan ini.
Advertisement
Advertisement
Remisor, warga Desa Gunung Raya, menceritakan perjalanan sulit timnya dalam menemukan bangkai Helikopter BK117 D3. "Kami menggunakan titik koordinat yang sebelumnya diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Walaupun ada informasi simpang siur, kami tetap pakai petunjuk KNKT," ujarnya di Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Rabu malam.
Tim awalnya menyisir Gunung Putar namun tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan ke Gunung Belumutan. Saat tiba di Gunung Belumutan dan sedikit turun, sekitar pukul 14.45 WITA, mereka melihat bentuk seperti atap pondok.
"Setelah mendekat ternyata bagian ekor helikopter yang terpisah dari badan, kami yakin itu helikopter setelah mendekat," tutur Remisor. Bangkai helikopter yang hangus itu ditemukan 300 meter dari puncak Gunung Belumutan. Lokasi penemuan juga sekitar 300 meter dari titik koordinat saat helikopter hilang kontak.
Advertisement
Medan di lokasi penemuan sangat menantang, dengan kemiringan tanah mencapai 75 derajat. Remisor menegaskan, "Kemiringan tanah di lapangan 75 derajat, medan cukup sulit." Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya akses ke lokasi jatuhnya helikopter.
Advertisement
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers di Banjarbaru, mengonfirmasi penemuan bangkai helikopter. "Satu jasad ditemukan sekitar pukul 15.53 WITA, berjarak 100 meter dari bangkai helikopter. Sedangkan tujuh jasad lain masih dilakukan pencarian," ujar Yudhi.
Tim SAR darat, khususnya SRU Darat Alpha Team yang dipimpin oleh Adi Maulana (Koordinator Pos SAR Kotabaru), berhasil menemukan reruntuhan badan helikopter. Lokasi penemuan berada di koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan KNKT. Ini menunjukkan ketepatan koordinat awal yang diberikan.
Korban yang ditemukan telah melalui proses body packing dan siap untuk dievakuasi ke Posko Lapangan. Upaya pencarian terhadap tujuh jasad lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Proses evakuasi di tengah medan yang sulit menjadi prioritas utama bagi tim di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air ini mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel. Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 1 September, sekitar pukul 08.54 WITA. Helikopter tersebut membawa delapan orang, termasuk kru dan penumpang.
Delapan orang yang berada di dalam helikopter tersebut terdiri atas seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang. Mereka adalah:
- Capt. Haryanto (Pilot)
- Eng Hendra (Engineer)
- Mark Werren (Penumpang)
- Yudi Febrian (Penumpang)
- Andys Rissa Pasulu (Penumpang)
- Santha Kumar (Penumpang)
- Claudine Quito (Penumpang)
- Iboy Irfan Rosa (Penumpang)
Advertisement
Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan ini akan dilakukan oleh pihak berwenang. KNKT akan bekerja untuk menganalisis data dan temuan di lokasi kejadian. Informasi dari saksi dan kondisi bangkai helikopter akan menjadi kunci dalam mengungkap insiden ini.
Sumber: AntaraNews